• Makalah Pramuka: GOLONGAN PESERTA DIDIK DALAM GERAKAN PRAMUKA

     

    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    A.    Latar Belakang

    Pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai Gerakan Pramuka dalam membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.

    Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singakatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.

    Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi: Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Tingkatan dalam kepramukaan merupakan tingkat kemampuan yang ditentukan oleh tingkat kemampuan yang dimiliki oleh anggota pramuka. Persyaratan atau kecakapan yang disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU.

    Pada makalah kelompok kami akan membahas tentang “Golongan Peserta Didik Dalam Gerakan Pramuka” yang mana bertujuan untuk lebih memahami tingkatan dalam Gerakan Pramuka Indonesia.

     

    B.     Rumusan Masalah

    1.    Apa itu pramuka siaga?

    2.    Apa itu pramuka penggalang?

    3.    Apa itu pramuka penegak?

    4.    Apa itu pramuka pandega?

     

    C. Tujuan Penulisan

    1.      Untuk mengetahui tentang pramuka siaga.

    2.      Untuk mengetahui tentang pramuka penggalang.

    3.      Untuk mengetahui tentang pramuka penegak.

    4.      Untuk mengetahui tentang pramuka pandega.

     

     

     

     

    BAB II

    PEMBAHASAN

     

    A.    Pramuka Siaga

    Siaga merupakan sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7 – 10 tahun. Istilah Pramuka Siaga sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, pada saat rakyat Indonesia bersiaga untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Lahirnya Budi Utomo menjadi tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia. Pada usia ini mereka memiliki sifat unik yang sangat beraneka. Pada dasarnya mereka merupakan pribadi-pribadi yang aktif dan tidak pernah diam. Sifat unik siaga merupakan kepolosan seorang anak yang belum tahu resiko dan belum dapat diserahi tugas dan tanggungjawab secara penuh. Sifat yang paling menonjol adalah keingintahuan yang sangat tinggi, senang bernyanyi dan menari, agak manja, suka meniru, senang mengadu, dan sangat suka dipuji.

       Kehidupan siaga masih berkisar di seputar keluarga sebagai pusat aktivitasnya. Atas dasar tersebut Pramuka siaga dikiaskan sebagai "keluarga bahagia" dimana terdapat ayah, ibu, kakak, dan adik. Wadah pembinaannya disebut sebagai "perindukan" yang mengkiaskan bahwa siaga masih menginduk pada ayah dan bundanya (keluarganya). Perindukan terdiri 40 orang Pramuka siaga.[1]

    Perindukan siaga dibagi kedalam kolompok yang disebut "barung" yang beranggotakan idealnya 6 orang siaga. Pemimpin barung utamanya disebut "sulung" yang dipilih dari para pemimpin barung sedangkan pembinanya disebut "Yanda" dan "Bunda".  Nama barung diambil dari nama warna seperti barung merah, barung biru, dan sebagainya. Kegiatan Pramuka Siaga adalah kegiatan yang menggembirakan, dinamis, kekeluargaan, dan berkarakter. Pembina adalah kunci pokok dalam latihan atau kegiatannya. Tingkatan kecakapan umum bagi Pramuka siaga yaitu: Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata. Pertemuan besar Siaga disebut Pesta Siaga, pertemuan ini bersifat kreatif, senang-senang, rekreatif, edukatif dan banyak gerak. Pesta siaga dapat berbentuk: bazar siaga, permainan bersama, wisata pendidikan, perkemahan sehari, dan karnaval siaga.

    Kode kehormatan Pramuka Siaga

    Kode Kehormatan di tingkat Pramuka Siaga ada dua, yaitu Dwi Satya (janji Pramuka Siaga), dan Dwi Dharma (ketentuan moral Pramuka Siaga).

    Dwi Satya

    Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh

    1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga.

    2. Setiap hari berbuat kebaikan

    Dwi Dharma

    1. Siaga itu berbakti kepada ayah dan ibunda

    2. Siaga itu berani dan tidak putus asa

    Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat, sehingga dapat menjadi Pramuka Siaga seutuhnya.[2]

    Satuan Pramuka Siaga 

    Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan terbesarnya disebut Perindukan. Sebuah Barung beranggotakan paling banyak 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Ketua Barung yang dipilih oleh Barung itu sendiri.

    Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.

    Syarat Kecakapan Pramuka Siaga

    a. Syarat Kecakapan Umum

    Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). TKU dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:

    1. Mula

    2. Bantu

    3. Tata

    TKU dapat dikenakan pada lengan baju sebelah kiri di bawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur (diambil dari kebiasaan para pahlawan terdahulu untuk menandakan pangkat seseorang).

    b. Syarat Kecakapan Khusus

    Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Khusus TKK tingkat Pramuka Siaga berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm.

    TKK dapat dipasang di lengan baju sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di sekeliling tanda Kwarda dengan puncak menghadap ke bawah.

    Pesta Siaga adalah pertemuan untuk golongan Pramuka Siaga. Pesta Siaga diselenggarakan dalam atau gabungan dari beberapa bentuk berikut.

    1.    Permainan Bersama, adalah kegiatan keterampilan kepramukaan untuk golongan Pramuka Siaga, seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan kim dan sejenisnya.

    2.      Pameran Siaga, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Siaga.

    3.      Pasar Siaga (Bazar), adalah simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga sebagai pedagang, sedangkan pembelinya masyarakat umum.

    4.      Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu yang pada akhir kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk lisan maupun tulisan.

    5.      Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Siaga.

    6.      Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Siaga.

    7.      Perkemahan Satu Hari (Persari), adalah perkemahan bagi Pramuka Siaga yang dilaksanakan pada siang hari.

     

    B.       Pramuka Penggalang

    Penggalang merupakan tingkatan dalam pramuka setelah siaga yang anggotanya berusia antara 10 – 15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah berupa konggres pemuda Indonesia yang dikenal dengan ”Soempah Pemoeda” pada tahun 1928 .

    Golongan usia ini termasuk dalam kelompok remaja dan telah meninggalkan masa kanak-kanak serta sedang menuju ke masa dewasa. Remaja merupakan salah satu periode kehidupan yang dimulai dengan perubahan biologis pada masa pubertas dan diakhiri dengan masuknya seseorang kedalam tahap kedewasaan. Perubahan fisik merupakan transformasi yang paling jelas dialami remaja.

    Secara umum ramuka penggalang mempunyai kondisi jiwa seperti berfikir kritis, emosional, pengaruh kelompok sebaya sangat kuat, memerlukan dukungan orang tua bila mengalami kekecewaan, menyenangi prilaku yang penuh kejutan dan tantangan, permainan kelompok/ tim sangat menarik baginya. Ciri khas prilaku mereka umumnya senang bermain dan berlari, senang bergerak dan mencoba-coba, senang mengembara, suka menyanyi, teriak-teriak, senang akan sikap heroik, suka bertanya, cepat bosan, selalu ingin hal-hal baru, perhatian terpusat pada teman sebaya.

    Nama Penggalang diambil dari kiasan dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan yaitu "masa menggalang persatuan" yang diwujudkan dalam ikrar sumpah pemuda. Kelompok kecil penggalang disebut regu (gardu tempat berjaga) yang beranggotakan 6 sampai 8 orang sedangkan kumpulan 3 sampai 4 regu disebut pasukan (pa-suku-an), yang berarti tempat suku berkumpul atau satu kelompok prajurit. Kiasan hidup penggalang adalah menjelajah wilayah baru dengan teman sebaya. Nama Regu diambil dari nama bunga atau tumbuhan untuk putri dan nama binatang untuk regu putra. Pembinanya disebut Kakak dan sistem pembinaannya menggunakan satuan terpisah. Pimpinan regu utamanya disebut Pratama yang dipilih dari pimpinan-pimpinan regu. Pratama memimpin 1 pasukan yang idealnya terdiri dari 32 orang.

    Tingkatan Pramuka Penggalang

    Tingkatan dalam Penggalang dibedakan sebagai berikut.

    1. Ramu

    2. Rakit

    3. Terap

     

    Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus TKK.

    Kode Kehormatan Pramuka Penggalang

    Kode kehormatan Pramuka Penggalang adalah Trisatya (tiga kesetiaan anggota Pramuka) dan Dasadharma (sepuluh janji Pramuka).

    Trisatya

    Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:

    1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mengamalkan Pancasila.

    2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

    3. Menepati Dasa Dharma                            

    Dasa Dharma

    1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

    2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia

    3. Patriot yang sopan dan kesatria

    4. Patuh dan suka bermusyawarah

    5. Rela menolong dan tabah

    6. Rajin,terampil,dan gembira

    7. Hemat cermat dan bersahaja

    8. Disiplin,berani dan setia

    9.  Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

    10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

    Sistem Kelompok Satuan Terpisah

    Satuan terkecil dalam Penggalang disebut regu. Setiap regu diketuai oleh seorang Pimpinan Regu (Pinru) yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut.

    Di dalam Gugus depan Penggalang yang dapat berisi lebih dari satu regu putra/putri, terdapat peserta didik yang bertugas mengkoordinir regu-regu tersebut, peserta didik itu disebut Pratama (untuk putra) atau Pratami (untuk putri).

    Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama binatang, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama bunga, semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.

    Kegiatan Pramuka Penggalang

    Kegiatan dalam tingkatan penggalang antara lain sebagai berikut.

          Jambore, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat yang paling ranting sampai tingkat nasional.

          Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan. Lomba tingkat dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat gugus depan (LT-I), ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-IV), nasional (LT-V).

          Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), adalah pertemuan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman di bidang manajerial dan kepemimpinan.

          Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.

          Latihan Bersama, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dari dua atau lebih gugus depan yang berada dalam datu kwartir ranting atau kwartir cabang mapun kwartir daerah dengan tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman.

          Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugus depan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu), atau perkemahan liburan.

          Gelar (Demonstrasi) Kegiatan Penggalang, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk keterampilan di hadapan masyarakat umum, seperti baris-berbaris, PPPK, gerak dan lagu, membuat konstruksi sederhana dari tongkat/bambu dan tali (pioneering), dan sejenisnya.

          Pameran, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Penggalang kepada masyarakat.

          Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu, seperti museum, industri, tempat bersejarah, dan sejenisnya.

          Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Penggalang.

          Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Penggalang.

     

    C.    Pramuka Penegak

    Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 21 tahun. Disebut Pramuka Penegak karena sesuai dengan kiasan pada masa Penegakan kemerdekaan bangsa Indonesia.

    Ada beberapa tingkatan dalam Penegak, sebagai berikut.

    • Penegak Bantara

    • Penegak Laksana

     

    Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut Sangga dan Kesatuan dari beberapa Sangga disebut Ambalan. Setiap Sangga beranggotakan 7-10 orang Pramuka Penegak dan dipimpin oleh seorang Pemimpin sangga yang dipilih oleh anggota sangga itu sendiri. Masing-masing Pemimpin sangga ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Sangga Utama yang disebut Pradana. Ambalan yang terdiri dari beberapa sangga tersebut dipimpin oleh seorang Pradana. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya.[3]

    Kode Kehormatan Pramuka Penegak

    Kode kehormatan Pramuka Penegak terdiri dari Janji yang disebut Trisatya dan ketentuan moral yang disebut Dasa dharma.

    Trisatya

    Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:

    1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mengamalkan Pancasila.

    2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

    3. Menepati Dasa Dharma

    Dasa Dharma

    1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

    2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia

    3. Patriot yang sopan dan kesatria

    4. Patuh dan suka bermusyawarah

    5. Rela menolong dan tabah

    6. Rajin,terampil,dan gembira

    7. Hemat cermat dan bersahaja

    8. Disiplin,berani dan setia

    9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

    10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

    Kegiatan-kegiatan Pramuka Penegak

    Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah atas Trisatya dan Dasa dharma. Beberapa kegiatan Pramuka Penegak sebagai berikut.

    • Lompat Tali

    • Pelantikan Penegak Bantara dan Laksana

    • Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsa)

    • Raimuna (Rover Moot)

    • Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)

    • Perkemahan Bhakti

     

    D.    Pramuka Pandega

    Pandega adalah golongan Pramuka setelah Penegak yang anggotanya berusia dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Golongan Pandega disebut juga dengan Dewasa Muda.Istilah “pandega” mempunyai arti “pemuka” atau “ahli”. Hal ini mengandung filosofi berdasarkan romantisme perjuangan bangsa Indonesia di mana setelah masa “menegakkan” kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan masa “memandegani” pelaksanaan pembangunan di Indonesia.

    Masa ini adalah masa pembentukan kemandirian, masa mempersiapkan diri untuk berkarir, dan membentuk idiologi pribadi yang di dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik. Pada masa ini juga kemampuan kognitifnya terus bertambah yang mengarah kepada peningkatan potensi, dunia sosialnya meningkat dan sifat agresifnya mulai menurun, pertimbangan rasionalnya semakin tajam, memiliki sifat yang kreatif, suka berkarya dan selalu ingin menunjukkan eksistensinya.

    Tempat berkumpulnya Pramuka Pandega disebut "Racana" yang berarti penyangga tiang bangunan (umpak: bahasa jawa). Secara simbolis Racana Pandega dikiaskan sebagai dasar penyanggah yang mempersiapkan inovasi baru, kekuatan cinta tanah air, pemimpin dan kepemimpinan masyarakat. Nama racana umumnya menggunakan nama Pahlawan, nama jenis senjata, nama kerajaan yang memiliki makna kebanggaan bagi seluruh anggota racana. Racana dipimpin oleh seorang ketua racana yang dipilih dalam musyawarah anggota racana. Racana Pandega idealnya terdiri atas 10 samapi 30 pramuka pandega, dan dalam melaksanakan tugasnya dapat membentuk sanggak kerja yang bersifat sementara sesuai dengan tugas yang dilaksanakannya.

    Kewajiban utama seorang Pramuka Pandega adalah membina diri sendiri agar dapat mandiri, tidak menjadi beban orang lain, dapat melakukan pekerjaan yang merupakan usaha mempersiapkan diri dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, untk dapat berbakti. Bakti Pandega dalam satuan Pramuka adalah sebagai instruktur keterampilan, membantu pembina dalam latihan siaga, penggalang, atau penegak. Bakti pandega di masyarakat seperti memberikan penyuluhan, menyelenggarakan lomba kebersihan, kegiatan gotong royong, membantu usaha sosial, membangun kelompok olah raga/ kesenian dan sebagainya yang berguna bagi masyarakat

    Kode Kehormatan Pramuka Pandega

    Kode kehormatan Pramuka Pandega sama dengan kode kehormatan pramuka penegak dan anggota pramuka dewasa lainnya. Kode kehormatan Pandega terdiri atas Satya Pramuka (janji) yang disebut Trisatya dan Darma Pramuka (ketentuan moral) yang disebut Dasadarma.

    Trisatya

    Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:

    1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mengamalkan Pancasila.

    2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

    3. Menepati Dasa Dharma.

    Dasa Dharma

    1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

    2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia

    3. Patriot yang sopan dan kesatria

    4. Patuh dan suka bermusyawarah

    5. Rela menolong dan tabah

    6. Rajin,terampil,dan gembira

    7. Hemat cermat dan bersahaja

    8. Disiplin,berani dan setia

    9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

    10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

    Organisasi Pramuka Pandega

    Pramuka Pandega dihimpun dalam satuan yang dinamakan Racana. Satu racana pandega idealnya beranggotakan antara 10 – 30 pramuka pandega. Racana dapat dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang disebut Reka. Racana Pandega menggunakan nama dan lambang yang dipilih sesuai dengan aspirasi anggota dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan Racana. Biasanya menggunakan nama pahlawan, dapat juga menggunakan nama tokoh, nama jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama cerita mitos.

    Sedangkan Reka dapat dinamakan bebas sesuai keinginan anggota atau sesuai dengan minat bersama anggota.Racana dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana yang dipilih dari musyawarah anggota Racana.

    Kegiatan Pramuka Pandega

    Kegiatan Pandega sama saja dengan kegiatan yang dilakukan oleh Penegak, sehingga di kwartir kegiatan Pandega dan Penegak ditangani oleh Dewan Kerja, yang dikenal dengan nama Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

    Arti Warna dan Kiasan TKU

    a. Arti warna

    1. Warna hijau melambangkan kesegaran hidup, sesuatu yang sedang tumbuh.

    2. Warna merah melambangkan kemeriahan hidup,sesuatu yang sedang berkembang

    3. Warna kuning dan kuning emas melambangkan kecerdasan hidup yang menuju keagungan dan keluhuran budi.

    4. Warna coklat melambangkan kematangan jasmani dan rohani,kedewasaan dan keteguhan.[4]

    b. Arti kiasan

    1. Kelopak bunga kelapa yang mulai merekah, menggambarkan pertumbuhan tanaman. Mengibaratkan pramuka siaga yang sedang tumbuh menjadi tunas calon bangsa.

    2. Kelopak bunga diletakan miring, mengambarkan bunga kelapa yang selalu memperlihatkan sudut miring terhadap batang pohonnya, Mengibaratkan keterikatan pramuka siaga dengan keluarga dan orangtuanya.

    3. Mayang terurai bertangkai tiga buah, menggambarkan bunga yang sudah mulai berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan pramuka panggalang yang riang, lincah dan bersikap menarik. Sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi dirinya dengan jiwa pramuka yang berlandaskan pada Trisatya.

    4. Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan makin terbukanya pandangan pramuka penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.

    5. Bintang bersudut lima mengibaratkan ketuhanan yang mahaesa dan Pancasila.

    6. Dua bulan tunas kelapa yang berpasangan mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak pramuka penegak dan pendega, putra dan putri, yang sedang membina dirinya sebagai makhluk pribadi, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan, menuju cita-cita bangsa yang tinggi, setinggi bintang di langit, untuk kemudian mengabdikan dirinya ke dalam dan keluar organisasi Gerakan Pramuka.

    7. Tanda Penegak Bantara, Penegak  Laksana, dan Pandega diletakan di atas Pundak kiri dan kanan, mengibaratkan pemberian, tanggung jawab yang tidak ringan yang dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan negara.

     

     

     

     

    BAB III

    PENUTUP

     

    A.    Kesimpulan

    Di dalam Pramuka, tingkatan dan golongan dalam Gerakan Pramuka Indonesia terbagi menjadi empat, yaitu Siaga, Penggalang, Bantara, dan Penegak. Siaga merupakan sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7 – 10 tahun. Istilah Pramuka Siaga sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, pada saat rakyat Indonesia bersiaga untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Lahirnya Budi Utomo menjadi tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

    Penggalang merupakan tingkatan dalam pramuka setelah siaga yang anggotanya berusia antara 10 – 15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah berupa konggres pemuda Indonesia yang dikenal dengan ”Soempah Pemoeda” pada tahun 1928.

    Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 21 tahun.Disebut Pramuka Penegak karena sesuai dengan kiasan pada masa Penegakan kemerdekaan bangsa Indonesia.Ada beberapa tingkatan dalam Penegak: Penegak Bantara, Penegak Laksana, dan Penegak Garuda.Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut Sangga dan Kesatuan dari beberapa Sangga disebut Ambalan. Setiap Sangga beranggotakan 7-10 orang Pramuka Penegak dan dipimpin oleh seorang Pemimpin sangga yang dipilih oleh anggota sangga itu sendiri.

    Pandega adalah golongan Pramuka setelah Penegak yang anggotanya berusia dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Golongan Pandega disebut juga dengan Dewasa Muda. Istilah “pandega” mempunyai arti “pemuka” atau “ahli”. Hal ini mengandung filosofi berdasarkan romantisme perjuangan bangsa Indonesia di mana setelah masa “menegakkan” kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan masa “memandegani” pelaksanaan pembangunan di Indonesia.Pramuka Pandega dihimpun dalam satuan yang dinamakan Racana. Satu racana pandega idealnya beranggotakan antara 10 – 30 pramuka pandega. Racana dapat dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang disebut Reka.

     

    B.     Saran

    Alhamdulillah penulisan makalah ini telah terselesaikan dan tersusun secara sistematik. Saran dari penulis kepada pembaca semoga makalah ini bisa dimengerti, bermanfaat dan bisa menambah ilmu mengenai pramuka baik bagi pembaca maupun penulis. Penulis juga menyarankan kepada pembaca untuk lebih mempelajari tentang dunia kepramukaan mulai dari Siaga, Penggalang, Bantara, sampai dengan Penegak secara detail lagi karena penulis hanya menjelaskan secara spesifik saja. Penulis ucapkan terimakasih banyak semoga ilmu yang didapat bermanfaat, Aamiin Ya Rabbal Alamin.

     


     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Riyanto Lukys, dkk, Gerakan Pramuka, Surabaya: Terbit Terang.

    Yusup, Jaenudin, dan Tini Rustini, 2016, Panduan wajib pramuka Superlengkap,Siaga, Penggalang,Penegak Pandega, Jakarta:bmedia.

    https://stefanussuletandi.blogspot.com/2014/11/golongan-peserta-didik-gerakan-pramuka.html, Di akses pada tanggal 11 November, pada pukul 20:45.

     

     

     

     

     

     

     

     



    [1] Riyanto Lukys, dkk, Gerakan Pramuka, Surabaya: Terbit Terang, hal. 7.

    [2] Ibid., hal. 9

    [3] https://stefanussuletandi.blogspot.com/2014/11/golongan-peserta-didik-gerakan-pramuka. html, Di akses pada tanggal 11 November, pada pukul 20:45.

    [4] Jaenudin Yusup, dan Tini Rustini, Panduan Wajib Pramuka Superlengkap, Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, Jakarta: bmedia, 2016, hlm 31.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Video

Maps