• Perbedaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam





    Perbedaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam 
    A.     Pendidikan Agama
    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (3) berbunyi: "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang". Atas dasar amanat Undang-Undang Dasar 1945 tersebut, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahan Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
    Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 37 ayat (1) mewajibkan Pendidikan Agama dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Pendidikan agama pada jenis pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, dan khusus disebut "Pendidikan Agama". Penyebutan pendidikan agama ini dimaksudkan agar agama dapat dibelajarkan secara lebih luas dari sekedar mata pelajaran/kuliah agama.
    Pendidikan Agama dengan demikian sekurang-kurangnya perlu berbentuk mata pelajaran/mata kuliah Pendidikan Agama untuk menghindari kemungkinan peniadaan pendidikan agama di suatu satuan pendidikan dengan alasan telah dibelajarkan secara terintegrasi. Ketentuan tersebut terutama pada penyelenggaraan pendidikan formal dan pendidikan kesetaraan.
    Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 12 ayat (1) huruf a mengamanatkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajar oleh pendidik yang seagama. Ketentuan ini setidaknya mempunyai 3 (tiga) tujuan, yaitu pertama, untuk menjaga keutuhan dan kemurnian ajaran agama; kedua, dengan adanya guru agama yang seagama dan memenuhi syarat kelayakan mengajar akan dapat menjaga kerukunan hidup beragama bagi peserta didik yang berbeda agama tapi belajar pada satuan pendidikan yang sama; ketiga, pendidikan agama yang diajarkan oleh pendidik yang seagama menunjukan profesionalitas dalam penyelenggaraan proses pembelajaran pendidikan agama.
    Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan merupakan kesepakatan bersama pihak-pihak yang mewakili umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Masing-masing telah memvalidasi rumusan norma hukum secara optimal sesuai karakteristik agama masing-masing.
    Pengertian Pendidikan Agama
    Dari segi etimologi atau bahasa, kata pendidikan berasal kata "didik" yang mendapat awalan pe- dan akhiran -an sehingga pengertian pendidikan adalah sistem cara mendidik atau memberikan pengajaran dan peranan yang baik dalam akhlak dan kecerdasan berpikir. 
    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1.
    PP. No. 55 tahun 2007 menjelaskan bahwa Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
    Fungsi dan Tujuan Pendidikan Agama
    Dalam PP. No. 55 tahun 2007 pasal 2 ayat 1 dan 2 menjelaskan bahwa : Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama. Sedangkan tujuan pendidikan agama untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.                                  
    B.    Pendidikan Agama Islam
    Pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan.
             Pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang atau instansi pendidikan yang memberikan materi mengenai agama islam kepada orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang agama Islam baik dari segi materi akademis maupun dari segi praktik yang dapat dilakukan sehari hari. Setiap orang di dunia ini pastilah memiliki kepercayaan untuk menyembah Tuhan, akan tetapi ada sebagian orang yang memilih untuk tidak menganut agama apapun yang ada di dunia ini, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan lain sebagainya. Untuk agama Islam sendiri di Indonesia merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduknya, untuk itu pastilah di instansi pendidikan manapun pasti memberikan pelajaran agama Islam di dalamnya. Dari pengertian tersebut dapat ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, yaitu berikut ini :
    a. Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.
    b. Peserta didik yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan, dalam arti ada yang
    dibimbing, diajari dan/atau dilatih dalam peningkatan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap ajaran Islam.
    c. Pendidikan atau Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang melakukan kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau pelatihan secara sadar terhadap peserta didiknya untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam.
    d. Kegiatan (pembelajaran) Pendidikan Agama Islam diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam dari peserta didik, yang disamping untuk membentuk kesalehan pribadi, juga sekaligus untuk membentuk kesalehan sosial.

    Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Para Ahli
    Pengertian dari pendidikan agama Islam juga dipaparkan oleh beberapa ahli mengenai agama Islam salah satunya adalah Ahmad Tafsir, ia mengatakan bahwa dengan adanya pendidikan agama Islam diharapkan orang-orang dapat mengetahui tentang agama Islam dan juga ajaran ajaran yang terkandung di dalamnya. Selain itu ia juga mengatakan bahwa pendidikan agama Islam ini mengharapkan orang yang sudah mengetahui tentang ajarannya dapan mempraktikkannya dan juga mengamalkannya di dalam kehidupan sehari hari karena ajaran dalam agama Islam merupakan ajaran yang baik untuk seluruh manusia.
    Di samping adanya pengertian pendidikan agama Islam yang perlu diketahui, ada juga tujuan dari adanya pendidikan agama Islam sendiri. Pendidikan agama Islam memiliki tujuan yang begitu beragam seperti menumbuhkan rasa lebih percaya kepada Tuhan sang pencipta semesta raya ini, semakin mempertebal akhlak setiap orang yang turut mempelajari agama Islam. Di samping itu selain hanya untuk mengetahui saja, setiap orang yang turut mempelajari agama Islam diharapkan dapat mempraktikkannya seperti beribadah, dan juga mengaplikasikannya di kehidupan sehari hari sesuai dengan ajaran yang diberikan pada saat pembelajaran pendidikan agama Islam. Proses pembelajaran ini dapat didapatkan pada saat di sekolah mulai dari dasar hingga perguruan tinggi, ataupun dapat di tempat sekolah khusus agama islam atau pesantren.
    Diambil dari pendapat dan juga tujuan yang terpapar oleh ahli agama Islam di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam ini berisi mengenai pembelajaran tentang agama Islam yang berlandaskan Al Quran yang merupakan kitab suci agama Islam. Selain itu dalam pendidikan agama Islam di sini juga mengharapkan para peserta didik yang mempelajari agama Islam dapat memahami, mempraktikkan dan juga mengaplikasikan seluruh pembelajaran yang sudah didapatkan pada saat pendidikan tersebut berlangsung.
    Jadi, kesimpulannya perbedaan antara pendidikan agama dengan pendidikan agama Islam adalah pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.  Pendidikan agama bersifat umum atau luas tidak tertuju hanya satu agama saja seperti bangsa Indonesia yang punya banyak (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu) yang diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, seperti SD, SMP, SMA maupun Universitas, pelaksanaan pembelajarannya sesuai dengan agama yang dianut masing-masing. Sedangkan pendidikan agama Islam itu berbasis ajaran Islam yang mengacu pada Al-Qur’an dan Hadits. Pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang atau instansi pendidikan yang memberikan materi mengenai agama islam kepada orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang agama Islam baik dari segi materi akademis maupun dari segi praktik yang dapat dilakukan sehari hari. Berbasis sekolah Islam, yaitu pesantren ataupun madrasah-madrasah.

    Sumber:
    https://pengertiandefinisi.com/pengertian-pendidikan-agama-islam/
    http://anananga.blogspot.com/2011/01/pendidikan-agama-dan-keagamaan.html
    https://zonependidikan.blogspot.com/2012/06/definisi-pendidikan-agama-pedidikan.html
    https://dosenmuslim.com/pendidikan/pengertian-pendidikan-agama-islam-3/#_ftn1



    Aplikasi/Perangkat Lunak yang Berbasis Pendidikan
    Agama Islam

    Marbel Hijaiyah
    Marbel Belajar Hijaiyah merupakan aplikasi pendidikan untuk anak usia 3-5 tahun. Aplikasi ini membantu anak-anak belajar mengenal huruf hijaiyah Alif Ba’ Ta’. Setiap huruf hijaiyah, dilengkapi dengan voice pendukung sehingga anak-anak bisa belajar dengan cara mendengarkan cara pengucapan setiap huruf. Dengan demikian, anak-anak akan lebih cepat memahami materinya. Dan yang lebih menarik, Marbel Hijaiyah dilengkapi dengan gambar ilustrasi serta animasi yang menarik. Sehingga anak-anak akan menyukainya. Setelah mereka selesai belajar mengenal huruf hijaiyah, ada berbagai macam permainan seru menanti mereka. Lewat permainan ini, pengetahuan serta hasil belajar mereka bisa diuji.
    Aplikasi ini tentunya sangat bermanfaat bagi para pendidik (guru, dsb) maupun orang tua dalam mengajarkan anak maupun peserta didiknya dalam mengenal huruf hijaiyah dengan metode belajar sambil bermain supaya anak tidak jenuh.
    Marbel menggabungkan konsep belajar dan bermain menjadi satu sehingga melahirkan cara belajar yang lebih menyenangkan. Materi akan disajikan dalam bentuk yang menarik dilengkapi dengan Gambar + Sound Narasi + Animasi untuk menarik minat anak-anak dalam belajar. Selanjutnya, mereka bisa mengasah kemampuan melalui permainan edukasi yang disediakan. Aplikasi ini memudahkan sekali terutama dalam dunia pendidikan yang berbasis Islami. Bagi seorang pendidik (guru), aplikasi seperti ini bisa digunakan dalam mengajari anak didiknya dengan memanfaatkan teknologi yang sedang tren sekarang. Guru dituntut untuk bisa melek dalam hal teknologi. Jangan sampai kalah dengan peserta didiknya.
    KELEBIHAN
    –Belajar huruf hijaiyah secara otomatis.
    –Belajar huruf hijaiyah mode baca sendiri.
    –Bermain pasang hijaiyah: permainan cepat tepat yang mengharuskan anak menebak huruf sesuai dengan soal yang keluar.
    –Bermain tebak hijaiyah : permainan memory card yang akan menguji daya ingat anak-anak.
    –Bermain puzzle hijaiyah : huruf-huruf hijaiyah akan terpecah dalam bentuk puzzle dan tugas anak-anak adalah menggabungkannya kembali.
    –Bermain menulis hijaiyah : belajar menulis huruf hijaiyah.
    –Gambar dan animasi yang menarik.
    –Dilengkapi dengan Narasi untuk membantu anak-anak yang belum lancar membaca.
    Aplikasi ini dapat digolongkan ke dalam aplikasi belajar anak, aplikasi pendidikan, permainan edukasi, buku belajar, belajar interaktif, Permainan Puzzle, Permainan anak, Buku gambar, buku mewarnai, belajar mewarnai. Aplikasi ini bisa di instal atau didownload gratis di Play Store di handphone android maupun juga laptop.
    TENTANG APLIKASI MARBEL
    Marbel adalah aplikasi pendidkan khusus untuk anak-anak usia 2 s/d 8 tahun. Bersama Marbel, anak-anak bisa belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan. Tersedia materi pembelajaran yang akan membantu anak-anak dalam belajar mengenal sesuatu misalnya saja huruf, angka, buah, sayur, hewat, alat-alat transpotasi, warna, dan masih banyak lainnya. Yang paling menarik dari marbel adalah : Permainan edukasi yang menyenangkan. Ada berbagai macam permainan yang akan menguji kemampuan mereka. Permainan itu terdiri dari : tepat cepat, ketangkasan, daya ingat, kecerdikan, asah otak dan masih banyak lainnya. Marbel dilengkapi dengan gambar dan animasi yang menarik, musik orisinil, serta narasi panduan yang berguna bagi anak-anak yang belum lancar membaca.
    Sumber:
     https://www.educastudio.com/edu-games-marbel-hijaiyah
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Video

Maps