• UTS TEKNOLOGI INFORMASI

    Nama : Ida Mustanirah Namirawati
    NIM : 1901110063
    Prodi : Pendidikan Agama Islam 
    Kelas : B

    Soal UTS
    1) Sebutkan manfaat dari adanya teknologi informasi
    2) Apa dampak dari peran teknologi pada konsep pembelajaran, jika ada
    sebutkan dan jelaskan
    3) Teknologi seperti apa yang relevan diterapkan pada proses belajar dan
    pembelajaran ?
    4) Jika anda seorang pendidik/guru dengan bidang studi Pendidikan Agama
    Islam, teknologi apa yang kiranya anda gunakan agar memperlancar proses pembelajaran di kelas anda.

    Jawab: 
    1. Manfaat dari adanya teknologi informasi adalah sebagai berikut:

    -Berkomunikasi menjadi lebih mudah dan cepat 
    -Memudahkan akses informasi
    -Mempersingkat waktu dan biaya 
    -Proses perdagangan dilakukan secara elektronik 
    -Transaksi secara daring
    -Membuat komunikasi -pembelajaran menjadi semakin menarik
    -Membantu komunikasi pemerintah
    -Komunikasi tanpa batas
    -Berbagi info secara efektif
    -Membuka peluang bekerja sebagai daring
    -Memangkas biaya komunikasi
    -Membentuk komunitas virtual
    -Memangkas biaya komunikasi
    -Terciptanya beragam alat teknologi modern
    -Terciptanya lingkungan tanpa kertas
    -Lingkungan akan terjaga

    2.  Dampak dari peran teknologi pada konsep pembelajaran. Ada, dampak positif dan negatif, yaitu:
    Dampak Positif
    1. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dan guru, tetapi juga dapat menggunakan layanan pos, internet dan lain-lain. 
    2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
    3. ICT sebagai sistem pendukung keputusan dalam dunia pendidikan. Guru meningkatkan kompetensi mereka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan profil lembaga pendidikan yang diakui oleh Pemerintah.
    4. Berbagi hasil penelitian, penelitian yang dipublikasikan dalam internet akan mudah digunakan oleh orang lain di seluruh penjuru dunia dengan cepat.
    5. Konsultasi dengan ahli, konsultasi ahli di bidang undangan dapat dilakukan dengan mudah bahkan jika para ahli sangat banyak di tempat.
    6. Perpustakaan online, perpustakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
    7. Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet.
    8. Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka. “Computer Aided Instruction” telah melihat sedikit peningkatan kinerja siswa pada pilihan ganda, pengujian standar di beberapa daerah. Computer Aided (atau dibantu) Instruksi (CAI), yang umumnya mengacu pada siswa belajar mandiri atau tutorial pada PC, telah terbukti sedikit meningkatkan nilai tes siswa dalam membaca dan matematika keterampilan atau mata pelajaran lain, meskipun apakah peningkatan ini berkorelasi dengan peningkatan yang signifikan dalam belajar siswa.
    9. TIK digunakan dalam mata pelajaran sekolah yang berbeda. Penggunaan ICT untuk simulasi dan pemodelan dalam sains dan matematika telah terbukti efektif, karena memiliki perangkat lunak pengolah kata dan komunikasi (e-mail) dalam pengembangan bahasa dan kemampuan komunikasi siswa.
    10. Akses luar sekolah mempengaruhi kepercayaan pengguna. Siswa yang menggunakan komputer di rumah juga menggunakan komputer di sekolah lebih sering dan lebih percaya diri daripada siswa yang tidak memiliki akses di rumah mereka.
     Dampak Negatif
    1. Kemajuan TI akan semakin memudahkan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses mudah ke data yang menyebabkan orang plagiatis akan melakukan kecurangan.
    2. Meskipun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan seperti sistem tanpa celah, tetapi jika ada kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (jangka pendek perhatian).
    3. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak pidana. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi e-book tinggi berpengetahuan tetapi moral yang rendah. Misalnya, dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan mencoba untuk menerobos sistem perbankan dan lain-lain.
    4. Tidak membuat TI sebagai media atau sarana hanya dalam belajar, misalnya, kita tidak hanya men-download, tapi masih membeli buku cetak, tidak hanya mengunjungi perpustakaan digital, tetapi juga masih mengunjungi perpustakaan.
    5. Pertimbangkan penggunaan TI dalam pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang masih berada dalam kendali sementara membuat pembelajaran dengan TI. Analisis pro dan kontra penggunaan.
    6. Mahasiswa dan kadang-kadang guru, bisa aspek adiktif teknologi, bukan isi pelajaran. Hanya karena topik dapat diajarkan melalui TI, itu tidak berarti bahwa itu diajarkan secara efektif melalui TI. Bahkan jika subjek dapat diajarkan secara efektif melalui TI, dan ada uang yang tersedia, itu tidak berarti bahwa selalu ada manfaat untuk itu. Ada banyak penelitian atau studi yang dilakukan untuk melihat dan melihat apakah penggunaan TIK dapat meningkatkan pembelajaran.
    7. Perlu untuk tujuan yang jelas. TI dipandang kurang efektif (atau tidak efektif) saat tujuan penggunaannya tidak jelas. Seperti untuk menggunakan internet untuk mencari video porno saat menggunakan komputer di sekolah.
    3. Teknologi yang relevan diterapkan pada proses belajar dan pembelajaran, yaitu:
    Ruang belajar terbuka
    Ruang belajar terbuka ini merupakan pendobrak dari ruang belajar tertutup dan otoriter, eksklusif, inequality diantara masyarakat. Ruang belajar terbuka ini bertujuan untuk memperkaya proses belajar dengan mendesain ulang arsitektur sekolah untuk membuat ruang yang lebih terbuka dan fleksibel sehingga memungkinkan guru dan murid untuk berinteraksi dan berkolaborasi, dan dengan cara mengintegrasikan aktivitas yang memungkinkan siswa belajar dari dan untuk sesama mereka.
    Dengan kemajuan terbaru di berbagai teknologi pendidikan dan bahan bangunan, ada peluang baru untuk mempertimbangkan kembali arsitektur fisik dan pembelajaran untuk sekolah masa depan yang dapat memungkinkan penerapan model pembelajaran yang lebih fleksibel dan terbuka, dan dengan demikian, mendukung lebih banyak bentuk pembelajaran yang beragam dan inklusif, dan pengalaman belajar yang lebih kaya seperti yang awalnya dikonseptualisasikan dalam gerakan “ruang kelas terbuka”. Bahan bangunan pintar (smart material) dan struktur sensorik mengambil bentuk (direkayasa) bahan yang memiliki “memori” dari keadaan/bentuk sebelumnya dan dapat menyesuaikan diri.
    • beton pintar (yang dapat memungkinkan deteksi fraktur stres atau pergerakan orang di dalam gedung);
    • smart bricks (yang dapat mendeteksi tekanan fraktur, memberikan informasi tentang kelembaban dan suhu);
    • smart wrap (bahan bangunan futuristik yang menggantikan semua bahan interior dan eksterior, memberikan kontrol iklim, daya di mana saja di dinding dan memungkinkan konfigurasi ulang dan pergerakan ke lokasi baru kapan saja);
    • smart glass (perubahan dari transparan ke buram, sehingga meningkatkan privasi);
    • atap hijau pintar;
    • komposit cerdas;
    • cat dan pelapis pintar, dan
    • bahan penyerap suara untuk mengontrol kondisi akustik yang optimal
    Kesiapan dari guru dalam mengajar di ruang kelas terbuka juga harus diperhatikan, seperti: persepsi guru tentang keterjangkauan ruang terbuka (fleksibilitas, peningkatan visibilitas, pengawasan interaksi pelajar, dan penekanan hirarki) dan reaksi guru terhadap ruang terbuka (praktik kolektif, orientasi tim, interaksi dan otoritas).  
      
    Augmented Reality (AR) 
    Mungkin salah satu aplikasi pendidikan yang paling umum untuk augmented reality adalah buku AR. Prinsip dasarnya adalah bahwa buku AR adalah buku fisik yang berisi gambar yang ketika dipindai oleh kamera perangkat dan dikenali oleh aplikasi AR, memicu tampilan sumber daya yang ditambah termasuk gambar, klip video, dan model 3D sebagai overlay ke layar. Contoh yang lebih baru dari buku AR juga memungkinkan interaksi dengan menampilkan tombol yang ketika “ditekan” oleh pengguna dapat memanipulasi informasi yang ditampilkan, serta mendukung pengenalan bahasa alami untuk mengontrol aplikasi dan akhirnya disebut dengan “buku pop-up 3D interaktif”
    Aplikasi umum untuk AR dalam sains meliputi pemodelan 3D, sering konsep abstrak atau sulit divisualisasikan, AR dapat digunakan untuk mengajar siswa tentang hubungan antara matahari dan bumi, dan konsep-konsep seperti rotasi vs revolusi, dan titik balik matahari dan ekuinoks. AR juga telah memperkaya bidang pembelajaran bergerak dan mendukung konsep pembelajaran berbasis penemuan dan pembelajaran berbasis situasi.
    Meski demikian tantangan yang terdokumentasi dalam menggunakan teknologi AR dalam pembelajaran terkait dengan keterbatasan teknologi AR saat ini seperti:
    • pelacakan posisi, penempatan konten (pemetaan), antarmuka yang ramah pengguna, dan kurangnya produksi berkualitas.
    • kurangnya platform pendidikan di mana pendidik dapat menciptakan pengalaman yang relevan secara kontekstual yang disesuaikan untuk kelas atau bidang studi.
    • Kebutuhan jumlah waktu untuk bekerja pada nilai pedagogis AR
    • mempersiapkan kegiatan yang meliputi penggunaan AR secara efektif
    Teknologi yang relevan dalam pembelajaran yaitu dengan teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, dan teknologi terpadu. Teknologi cetak yakni adanya buku-buku pembelajaran, teknologi audio-visual yakni dengan adanya gambar, video, dan lain sebagainya yang menunjang pembelajaran, teknologi berbasis komputer yakni adanya penggunaan komputer, laptop dan juga handphone, teknologi terpadu yakni adanya  teknologi dengan internet dan berbasi e-learning.

    4. Teknologi yang saya gunakan adalah: Media tutorial yang menggunakan media video, digital video dan e-book. Menggunakan handphone atau komputer dengan mengakses internet melalui web-web. Dan juga menggunakan sistem e-learning dalam memudahkan belajar secara online maupun mengirim materi-materi pembelajaran. 
    Pendidikan dan teknologi adalah sistem yang memanfaatkan teknologi seluas-luasnya dalam kegiatan belajar-mengajar. Teknologi yang banyak dikembangkan untuk Pendidikan merupakan bidang elektronik seperti komputer dan Internet. Penggunaan teknologi dalam proses Pendidikan sudah menjadi kebutuhan yang mendasar. Negara-negara dengan sistem Pendidikan terbaik saling bersaing dalam menciptakan dan mengembangkan teknologi untuk menunjang proses Pendidikan.
    Berikut ini adalah pemanfaatan teknologi yang biasa dilakukan dalam proses Pendidikan. 
    1. Menggunakan Media Tutorial
    Tenaga pendidik menggunakan media video, digital audio dan e-book untuk membuat tutorial. Tutorial yang dimaksud bukan hanya mengenai materi seperti penggunaan software. Materi-materi pelajaran juga dijelaskan dengan memanfaatkan visualisasi materi berupa video, audio dan gambar (image). Media tutorial bisa didistribusikan dengan mudah melalui media elektronik seperti komputer dan gadget.
    Tutorial yang dibuat menjadi produk digital dapat menggantikan cara mengajar konvensional dimana guru menerangkan di depan kelas dan menjadikan papan tulis sebagai satu-satunya ‘alat peraga’.
    Dengan teknologi media tutorial, kebutuhan pendidik untuk proses mengajar dapat lebih terpenuhi dan membantu murid menangkap isi materi pelajaran lebih mudah. Hal ini dikarenakan media tutorial dapat menggunakan bantuan software komputer untuk membuat contoh-contoh, gambar-gambar, simulasi-simulasi materi pelajaran agar lebih jelas dan lengkap.
    2. Teknologi Komunikasi
    Penggunaan teknologi komunikasi adalah salah satu faktor penting untuk memperlancar komunikasi antar individu dalam proses Pendidikan.
    Contoh teknologi komunikasi termasuk handphone, gadget dan internet yang didalamnya terdapat aplikasi-aplikasi yang berfungsi untuk chat, SMS, video conference, mailing list dan sebagainya.
    Media sosial adalah bagian dari teknologi komunikasi dimana orang dapat berkomunikasi secara terbuka dan online. Materi-materi digital pendidikan juga didistribusikan secara rutin melalui media-media komunikasi tersebut.
    3. Media Informasi
    Informasi seperti kegiatan-kegiatan, materi pelajaran dan ide-ide pemikiran mengenai Pendidikan disampaikan secara meluas menggunakan teknologi website, blog, vlog, wiki, online forum dan sebagainya.
    Melalui teknologi web, segala informasi dapat tersampaikan dengan akurat, lengkap dan cepat.
    4. e-Learning
    Belajar secara online merupakan pilihan yang tepat untuk menggantikan keterbatasan waktu & tempat. E-learning biasanya menggunakan teknologi web melalui pengembangan aplikasi-aplikasi Pendidikan.
    Dalam sistem e-learning juga dikenal istilah Learning Management Systems (LMSs). LMSs adalah teknologi untuk melakukan penilaian-penilaian, analisa dan laporan perkembangan secara digital, bisa secara online maupun offline. Biasanya LMSs sudah termasuk dalam program-program e-learning. Teknologi e-learning dimanfaatkan untuk men-transfer materi pelajaran dan melakukan kegiatan-kegiatan tes atau ujian.


  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Video

Maps