• Dampak Pembelajaran Online dalam Perspektif Psikologi Pada Masa Pandemi Covid-19

    Dampak Pembelajaran Online dalam Perspektif Psikologi Pada Masa Pandemi Covid-19

    Seperti yang sudah kita ketahui bersama, dengan adanya wabah Corona saat ini membuat kita harus #DirumahAja. Tak terkecuali, kita pun harus belajar di rumah dan mendapatkan materi pelajaran/kuliah secara daring. Sudah sebulan kita harus belajar di rumah, tidak bertatap muka, dan menerima pelajaran dari grup WhatsApp, aplikasi video, google Clasroom dan sebagainya. Makin banyak pula tugas-tugas yang diterima dan mesti dikerjakan.Pembelajaran online yang saat ini kita lakukan tentunya memiliki dampak positif dan negatif pada saat situasi pandemi ini.

    Di satu sisi, terutama dalam dengan belajar daring kita membantu mengurangi resiko terpapar virus COVID-19. Di sisi lainnya, pembelajaran online (daring) ini sebenarnya melatih kita untuk lebih kreatif dan mandiri dalam memanfaatkan teknologi seperti akses internet dan belajar pun tidak hanya sebatas materi yang ada di buku. Banyak sekali sumber-sumber di internet, dari website, artikel, ataupun jurnal-jurnal yang dapat memberikan informasi tambahan dan terkini.

    Jika kita melihat dari aspek psikologisnya, belajar di rumah membuat kita menjadi lebih rileks dan santai. Kita juga dapat mengatur waktu dengan lebih fleksibel dan belajar pada saat kondisi kita siap, juga nyaman. Misalnya, sambil menyimak video yang diberikan guru/dosen, kita dapat sambil ngemil makanan kesukaan kita, atau saat membaca materi yang diberikan, kita dapat melakukannya sambil mendengarkan musik yang kita sukai. Mengerjakan tugas atau memahami pelajaran pun dapat kita lakukan di saat jam-jam produktif kita untuk belajar, yang tentunya setiap orang memiliki waktu produktif belajar yang berbeda-beda.

    Belajar dari rumah dengan pembelajaran online, juga mengurangi kejenuhan belajar secara konvensional yang mana kita harus duduk di dalam kelas selama beberapa jam dan mendengarkan guru/dosen berbicara. Pembelajaran online membuat kita dapat belajar melalui gambar, teks, video dan suara secara bersamaan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi terkini, dan tentunya ini menarik dan sesuai dengan generasi milenial yang sangat akrab dengan teknologi gadget (gawai)
    Akan tetapi, beberapa dampak negatif pun mulai terasa. Terutama dalam efektifitas pembelajaran online ini.

    Bagi orang-orang yang lebih senang dengan pembelajaran tatap muka, tentunya ini menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi. Tak dapat dielakkan, bahwa kita merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Melalui media sosial atau aplikasi internet sepertinya tidak cukup memberikan kepuasan untuk belajar dengan baik. Apalagi jika ada keterbatasan dalam sinyal atau akses internet yang kurang memadai yang menghambat sistem belajar online ini.

    Kemudian, kontrol dan pengawasan pembelajaran daring pun dapat dikatakan lemah jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Baik kontrol dari guru/dosen dan juga kontrol diri dari siswa/mahasiswa itu sendiri. Pada beberapa kasus, tidak semua siswa/mahasiswa mengikuti kegiatan belajar secara efektif. Ada yang terdistraksi (terganggu) dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya pada saat itu. Contohnya saja, tiba-tiba orangtua meminta kita untuk membantu mereka, atau ada kejadian yang membuat kita kehilangan fokus saat menyimak materi yang disampaikan.
    Belum lagi, karena kita belajar melalui gadget (gawai), ada godaan untuk membuka media sosial lain atau bacaan lainnya dan hal ini tentunya dapat mengganggu konsentrasi kita.

    Dalam beberapa kasus, kondisi kita yang #DiRumahAja membuat hidup kita memang jadi lebih santai. Ada yang tertinggal mengikuti kelas/kuliah online-nya karena terlambat bangun, ada juga yang sampai lupa jadwal kuliah, dan masih banyak sekali hambatan-hambatan lainnya.
    Yang menjadi sorotan saat ini, saya cukup sering mendengar keluhan mengenai banyaknya tugas-tugas yang harus dikerjakan selama pembelajaran online ini. Dari kesulitan memahami materi karena tidak bisa bertanya langsung dengan guru/dosen hingga kesulitan dalam mengatur jadwal pengerjaan tugas. Pada akhirnya, jika ini tidak bisa diatasi dengan baik, dapat berkembang menjadi stres akademik

    Stres akademik merupakan respon yang muncul karena terdapatnya ketegangan yang disebabkan oleh tuntutan akademik yang harus dikerjakan oleh individu. Dan stres akademik yang tidak bisa teratasi dapat membuat motivasi belajar turun, sehingga kita tidak mau mengerjakan tugas dan belajar. Untuk itu, ketika kita sudah mengalami hal-hal tersebut, maka harus segera disadari dan diatasi agar kita bisa tetap bersemangat belajar di situasi pandemi ini. 

    Pada dasarnya, tugas-tugas yang diberikan oleh guru/dosen merupakan salah satu cara agar kita tetap belajar meskipun tidak bisa bertemu secara langsung. Karena dikhawatirkan, dengan keterbatasan kontrol tadi, tidak semua siswa/mahasiswa dapat menyimak dan mempelajari materi secara efektif dan sungguh-sungguh jika hanya diberikan pada saat belajar melalui WhatsApp ataupun teleconference (video call, seperti di Zoom). Harapannya, dengan adanya tugas membuat siswa menjadi lebih kreatif, lebih berpikir kritis, dan lebih berusaha untuk belajar dari rumah. Nah, situasi yang sedang kita hadapi saat ini memang sangat menantang yaa. Belum lagi karena rasa jenuh dan bosan #DiRumahAja yang menghambat akses kita untuk berkegiatan secara bebas. Meskipun kita sedang dalam masa karantina dan banyak hambatan untuk bergerak bebas, bukan berarti kita menjadi lupa dengan hak dan kewajiban kita sebagai seorang pelajar. Kita berhak untuk mendapatkan pendidikan dan kita pun berkewajiban untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

    Jadi, mari kita terus menjaga motivasi belajar kita, tetap fokus dengan tujuan kita belajar, dan tak pernah bosan untuk terus mencari ilmu dari sumber manapun. Silakan baca buku, akses artikel dan jurnal (dan tentunya harus dari sumber-sumber yang kredibel), membuka video mengenai materi pelajaran di YouTube, dll. Menurut saya, kita perlu merasa bersyukur karena di tengah masa pandemi ini, kita diberikan kemudahan untuk belajar melalui teknologi yang sudah berkembang canggih. 

    Sumber: 
    Seminar online nasional 

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Video

Maps