Cinta dan Cita-Cita: Realita Tak Semanis Ekspektasi
Hai, teman-teman semua. Apa kabar? Semoga baik-baik saja ya dan semoga dalam lindungan Tuhan. By the way, Kalian pasti pernah merasakan galau, mungkin kecewa ataupun down karena gagal baik itu dalam hal Cinta ataupun Cita-cita. Bener gak sih guys? Ngaku aja Wkwk. Dan kita satu server. Hmm...semua orang sepertinya pernah seperti itu. Its Ok, gak papa. Hal yang wajar dan pasti terjadi. Karena dalam kehidupan pasti ada senang dan sedih, susah dan senang, dan pasti ada aku dan kamu. Iya, kamu. Maaf guys, aku ngeretjeh. Hehe
Oke, lanjut. Cinta memang tak bisa diutarakan seperti apa rasanya, dia bisa datang secara tiba-tiba apalagi dimasa remaja seperti kita. Sampai ada lagu liriknya 'hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga' (Plis bacanya jangan sambil nyanyi ya). Bahkan cinta membuat kita lupa dan tak sadar menjadi Bucin (Budak Cinta). Hayo kalian yang pernah bucin. Wkwk.
Masa-masa kasmaran biasanya sampai ngeliat HP aja senyum-senyum sendiri terus keinginan dari doi apapun itu diikuti, sampe ngehalu tentang doi melulu. Memang ya remaja sedang kasmaran mikirnya yang senangnya aja, apalagi baru pacaran sama doi. Dipanggil ibunya juga pura-pura gak denger gara-gara keasyikan chat an sambil rebahan aja tuh dikamar. Na'udzubillah.
Eh, setelah masa-masa yang penuh warna, saling komitmen, janji-janji manis bertebaran. Beberapa bulan kemudian mungkin kalian bisa aja di selingkuhin atau bisa juga diputusin. Kan jadinya habis manis sepah dibuang. Miris! Eh atau mungkin kalian ditinggal nikah. Realita tak semanis ekspektasi. Hmm...auto nyanyi Harusnya Aku yang Disana dan Ku menangis... Maaf ya guys ini bukan SHI. Wkwk. Yang sabar yaa
Akhirnya jadi nangis 3 hari 3 malam gara-gara itu. Hmm...plis jangan nangis gara-gara dia. Yuk berpikir positif saja, sadarilah dia bukan yang terbaik untukmu. Jika dia yang terbaik pasti dia tak akan pergi darimu.
Plis jangan down gara-gara hal itu, sedih boleh, kecewa boleh, nangis boleh karena hal tersebut manusiawi apalagi wanita hatinya lembut. Plis kalian harus move on. Kita harus move on. Untuk apa menangisi orang yang sudah bahagia dengan orang lain. Bukankah hal tersebut membuang waktu percuma. Lebih baik kita mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, mendekatkan diri pada Tuhan, dan lain sebagainya.
Laki-laki didunia ini tidak cuma 1 orang saja. Sabar, Allah pasti menggantinya dengan orang yang jauh lebih baik. Pantaskan diri dan jangan biarkan Cinta itu jatuh mengendalikan kita tapi kita yang membangun Cinta itu agar bisa mengendalikannya.
Cinta sedikit banyaknya juga berkaitan dengan cita-cita. Karena cinta menghalangi cita-cita atau karena cinta mempermudah cita-cita? Hmm... entahlah. Setiap pengalaman hal ini pasti berbeda-beda. Yang pasti cinta dari orang tua yang luar biasa.
Berbicara tentang cita-cita. Aku mau nanya dong, cita-cita kalian apa? Hehe. Jawabnya dalam hati aja ya. Biar kamu dan Tuhan aja yang tau. Cita-cita atau bisa disebut dengan keinginan atau tujuan yang hendak dicapai. Kalau kalian belum punya ini berarti kalian belum punya tujuan hidup. Dengan adanya tujuan ataupun perencanaan setidaknya hidup akan terarah dengan baik. Walaupun tak semua keinginan tercapai.
Cita-cita pasti dalam meraihnya tak hanya dengan berdiam diri saja pasti harus dilakukan dengan usaha, belajar dan berdoa. Kenapa? Karena usaha tanpa doa adalah kesombongan dan doa tanpa tanpa usaha adalah sia-sia. Dari kesemuanya itu harus dilakukan seimbang, Insyaa Allah cita-cita tercapai atas izin Allah.
Sedikit cerita guys pengalaman aku tentang realita tak semanis ekspektasi. Sering memang hal ini terjadi. Salah satunya aku berharap menang tapi nyatanya kalah. Entah apa karena aku yang berharap terlalu tinggi sampai aku lupa akan konsekuensinya dalam suatu perlombaan itu ada menang dan kalah. Akhirnya aku sedih dan nangis gara-gara itu. Aku berusaha tersenyum didepan orang-orang. Padahal dalam hati menjerit. Kapan ya aku bisa menang? Dalam hatiku, ketika melihat orang bahagia dengan piala dan juara 1 nya.
Berhari-hari aku menyemangati diriku sendiri. Aku bisa aku bisa. Tapi tetap saja sakit tak berdarah. Penyesalan selalu datang diakhir. Kenapa aku gak gini ya? Kenapa aku gak gitu aja ya dulu? Padahal menyesali dan menangisi tak akan membuat takdir berubah. Aku berusaha untuk berpikir positif pasti ada hikmah yang besar dibalik kegagalan ini. Yaps, dan aku yakin itu. Menyembuhkan hati yang kecewa perlu proses. Its oke. Kadang aku jadi takut untuk mengikuti lomba kembali karena tak siap dengan konsekuensi itu. Hmm... heran deh. Ada yang sama kaya gini gak sih kalian? Komen dong. Wkwk.
Beberapa bulan kemudian hikmah itu hadir dalam hidupku. Dan aku sangat mensyukurinya. Mungkin takdir yang kau benci hari ini adalah hal yang paling kau syukuri suatu saat nanti. Never give up guys.
Terakhir, ketika Cinta dan cita-cita kita dalam realita tak semanis ekspektasi. Its Ok. Sabar. Karena semua orang pernah merasakan itu. Percayalah rencana Allah lebih baik dari rencana dirimu sendiri. Tetap semangat, teruslah berdoa dan jangan menyerah. Bismillah, mulailah dengan lembaran baru jadi pribadi yang ikhlas.
Terima Kasih buat yang baca. Sayang kalian. Wkwk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar