BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada hakikatnya proses
belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas
merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru atau dosen dan
siswa/mahasiswanya bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian.
Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan, sehingga komunikasi
tersebut tidak efektif dan efisien, antara lain disebabkan oleh adanya
kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa/mahasiswa, kurangnya minat dan
kegairahan, dan sebagainya. Berbagai media pembelajaran yang beraneka ragam
jenis tentunya tidak akan digunakan secara serentak atau dalaam waktu yang
bersamaan. Oleh sebab itu di perlukan pemilihan media yang tepat. Agar dapat
tepat dalam memilih media pembelajaran maka di perlukan pertimbangan kriteria
dan langkah-langkah dalam pemilihan media. Pemilihan media pembelajaran harus
di sesuaikan dengann tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kenyataan di
lapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam
kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan antara lain :
1. Merasa sudah akrab dengan media itu seperti papan tulis/proyektor
transpararansi.
2. Merasa bahwa media yang di pilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik
dari pada dirinya sendiri misalnya, diagram pada flip chart.
3. Media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta
menuntun nya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Media merupakan
salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Karena
beraneka ragamnya media tersebut, maka masing-masing media mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda.
Kecermatan dan ketetapan dalam memilih media pembelajaran dipengaruhi
oleh banyak faktor seperti luas sempitnya pengetahuan dan pemahaman tenaga pengajar
tentang kriteria dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan serta prosedur
pemilihan media pembelajaran.
Seiring dengan
perkembangan teknologi, maka berbagai model pembelajaran yang diterapkan di
dalam kelas juga mengalami perkembangan. Seorang pendidik memang masih tetap
merupakan salah satu sumber belajar tetapi tidak lagi satu satunya sumber
belajar bagi para peserta didiknya. Pendidik menggunakan sumber belajar lain
yang disebut sebagai media untuk pembelajaran peserta didiknya. Oleh karena itu
sebelum pendidik menggunakan media dalam proses belajar mengajar, maka pendidik
dituntut untuk mengetahui bagaimana teknik pemilihan media pembelajaran agar
media yang digunakan dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan
pembelajaran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja pertimangan dalam pemilihan media pembelajaran?
2.
Apa saja
kriteria dalam pemilihan media pembelajaran?
3.
Bagaimana penggunaan media pembelajaran?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran.
2.
Untuk mengetahui kriteria pemilihan media pembelajaran.
3.
Untuk mengetahui penggunaan
media pembelajaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pertimbangan Media Pembelajaran
Pemilihan media merupakan keputusan yang menarik dan menentukan
terhadap ketepatan jenis media yang akan digunakan, yang selanjutnya sangat
mempengaruhi efektvitas dan efisiensi proses pembelajaran. Dalam menentukan
ketepatan media yang akan dipersiapkan dan digunakan melakui proses pengambilan
keputusan adalah berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki oleh media termasuk
kelebihan dari karakteristik media yang bersangkutan dihubungkan dengan
berbagai komponen pembelajaran.[1]
Pemilihan media menurut Raharjo yang dikutp dalam Nunu mengartikan
bahwa pemilihan media dilakukan ketika pendidik akan membuat alat peraga untuk
mempermudah peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, semakin
berkembangnya ilmu teknologi maka semakin banyak dan berkembang pula
media-media diluaran sana. Maka dari itu pemilihan media harus sesuia dengan
prinsip-prinsip yang sudah ditentukan seperti memiliki tujuan yang sesuai
dengan sifat dan cirri-ciri media yang akan digunakan.[2]
Selanjutnya menurut Winkel pemilihan media merupakan suatu hal yang
harus konsisten dengan tujuan awalnya, selain harus konsisten ketika pemilihan
media pendidik juga harus menakar kemampuannya apakah dia bisa menguasai
medianya apakah tidak.[3]
1. Pertimbangan
Pemilihan Media Pembelajaran
Pembelajaran yang efektif memerlukan
perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelalaran itu
juga memerlukan perencanaan yang baik. Beberapa pertimbangan yang harus
diperhatikan seorang pembelajar/guru dalam memilih salah satu media dalam
kegiatan pembelajaran di kelas antara lain : (1) ia merasa sudah akrab dengan
media itu, misalnya: papan tulis atau proyektor transparansi, (2) ia merasa
bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik dari pada
dirinya sendiri misalnya diagram pada flip chart, atau (3) media yang
dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian pebelajar, serta menuntunnya pada
penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Pertimbangan ini diharapkan oleh pembelajar dapat memenuhi
kebutuhannya dalam mencapai tuiua;r yang telah ditetapkan. Pada tingkat yang menyeluruh dan umum
pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
a) Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang
meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu
yang tersedia (waku mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber
yang tersedia (manusia dan material);
b) Persyaratan isi, tugas, dan jenis
pembelajaran. lsi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan
pebelajar, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan, pengertian
hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi.
Setiap kategori pembelajaran itu menuntun prilaku yang berbeda-beda, dan dengan
demikian akan memerlukan teknik dan media penyajian yang berbeda pula
c) Hambatan dari sisi pembelajar
dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal,seperti membaca,
mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya
d) Pertimbangan lainnya adalah tingkat
kesenangan (preferensi lembaga, pembelajar, dan pebelajar) dan ke efektifan
biaya.
Pemilihan
media sebaiknya mempertimbangkan pula:
1) Kemampuan mengkomodasikan penyajian
stimulasi yang tepat (visual dan/atau audio);
2) Kemampuan mengakomodasikan respons pembelajar yang
tepat (tertulis, audio, dan/atau kegiatan fisik);
3) Kemampuan mengakomodasikan umpan balik;
4) Pemilihan media utama dan media sekunder
untuk penyajian informasiatau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya
latihan dan tes menggunakan media yang sama). Misalnya, untuk tujuan belajar
yang melibatkan penghafalan.
5) Media sekunder harus mendapatkan perhatian
karena pembelaiaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan
pengunaan media yang beragam, pembelajar memiliki kesempatan untuk
menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan
kebutuhan belajar mereka secara perorangan.[4]
Selain
beberapa faktor tersebut di atas, para ahli media juga menambahkan beberapa
faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih media pembelajaran. Antara
lain dikemukakan oleh:
a. Prof. E/y mengemukakan bahwa pemilihan
media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen
dari sistem pembelajaran secara keseluruhan' Karena itu meskipun tujuan dan
isinya telah diketahui, faktorfaktor lain seperti karakteristik pebelajar,
strategi pembelajaran, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber,
serta prosedur pemilihannya juga perlu dipertimbangkan. Sebagai pendekatan
praktis disarankan untuk mempertimbangakn media apa saja yang ada, berapa
harganya, berapa lama diperlukan untuk mendapatkannya, dan format apa yang
memenuhi selera pemakai. (Sadiman, 1 986).
b. Dick dan Carey, menyebutkan bahwa di
samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada 4
faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu: 1) ketersediaan
sumber belajar setempat 0ika tidak ada harus dibuat atau dibeli),2)
ketersediaan dana untuk membuat atau membeli, 3) keluwesan, kepraktisan,
ketahanan media yang akan dipilih untuk waktu yang lama, dan 4) efektivitas
biayanya dalam waktu yang paniang misainya: pengadaan media terasa mahal tetapi
kalau dapat dipakai berulang-ulang dalam waktu yang lama akan menjadi murah.
(Sadiman, 1986)
c. Anderson, mengemukakan bahwa prosedur
pemilihan media dimulai dengan mengajukan pertanyaan apakah media yang akan
dipilih itu akan digunakan sebagai sarana belajar mandiri atau sebagai sarana
mengajar (pembelajaran dengan pembelajar/gu ru). Kemudian prosedur selanjutnya
ialah menentukan strategi pembelajaran, yaitu apakah ingin memberrkan
pengalaman belajar sikap, keterampilan fisik atau kongnitif. Setelah
dilanjutkan memilih media yang sesuai dari 1O kelompok media menurut Anderson
yatiu: media audio, cetak, audio-cetak, proyeksi visual diam, proyeksi visual
diam dengan audio, visual gerak, visual gerak dengan audio, benda, manusia dan
sumber lingkungan.
Pemilihan
media dapat juga dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1)
tiap jenis media tentu mempunyai kelebihan dan kelemahan; (2) pemilihan media
harus dilakukan secara obyektif, (3) pemilihan media hendaknya memperhatikan
juga: kesesuaian tujuan pembelajaran, kesesuaian materi, kesesuaian kemampuan
anak, kesesuaian kemampuan pembelajar (untuk menggunakan), ketersediaan bahan,
ketersediaan dana serta kualitas teknik (mutu media).
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsif-prinsif psikologis
yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah
sebagai berikut:
a. Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau
keinginan untuk belajar dari pebera,r'ar sebelum menerima perhatiannya untuk
mengerjakan tugas dan latihan. Lagi pula, pengalaman yang akan dialami
pebelajar harus relevan dan bermakna baginya. Oleh karena itu, perlu untuk
melahirkan minat itu dengan perlakuan yang memotivasi dan informasi yang
terkandung dalam media pembelajaran itu.
b. Perbedaan individual. Pebelajar belajar
dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Faktor-faktor seperti
kemampuan intelejensi, tingkat pendidikan, kepribadian, dan gaya belajar
mempengaruhi kemampuan dan kesiapan pebelajar untuk belajar.lingkat kecepatan
penyajian informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman
c. Tuiuan pembelaiaran. Jika pebelajar
diberitahukan apa Yang diharapkan mereka pelajari melalui media pembelajaran
itu, kesempatan untuk berhasil dalam pem bela.laran semakin besar. Disamping
itu pernyataan mengenai tu.iuan belajar yang ingin dicaPai dapat menolong
Perancang dan penulis materi pelajaran. Tujuan ini akan menentukan bagian isi
Yang mana yang harus mendaPatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran.
d. Organisasi isi. Pembelalaran akan lebih
mudah jika isi dan Prosedur atau Keterampilan fisik yang akan dipelajari diatur
dan diorganisasikan kedalam urut-urutan yang bermakna. Pebelajar akan memahami
dan mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara logis disusun dan
diuruturutan secara teratur. Disamping itu, tingkatan materi yang akan
disajikan ditetapkan berdasarkan kompleksitas dan tingat kesulitan isi materi.
Dengan cara seperti ini dalam pengembangan dan penggunaan media, pebela.iar
dapat dibantu untuk secara lebih baik mensitesis dan memadukan pengetahuan yang
akan dipelajari.
e. Persiapan sebelum belaiar. Pebelajar
sebaiknya telah menguasai secara baik pela.iaran dasar atau memiliki pengalaman
yang diperlukan secara memadai yang mungkin merupakan prasyarat untuk
penggunaan media dengan sukses. Dengan kata lain, ketika merancang materi
pelajaran, perhatian harus ditujukan kepada sifat dan tingkat persiapan
pebelajar.
f. Emosi. Pembelajaran yang melibatkan emosi
dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembelajaran
adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respons emosional seperti
takut, cemas, simpati, cinta kasih, dan kesenangan. Oleh karena itu, perhatian
khusus harus di tunjukan kepada elemen-elemen rancangan media jika hasilyang
diinginkan berkaitan dengan pengetahuan dan sikap
g. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung
dengan baik, pebela.jar harus menginternalisasi infomasi, tidak sekedar
diberitahukan kepadanya. Oleh sebab itu, belajar memerlukan kegiatan.
Partisipasi aktif pebelajar jauh lebih baik dari pada mendengarkan dan menonton
secara pasif. Partisipasi artinya kegiatan mental atau fisik yang terjadi di
sela-sela penya.lian materi pelajaran. Dengan partisipasi kesempatan lebih
besar terbuka bagi pebelajar untuk memahami dan mengingat materi pelajaran itu
h. Umpan balik. Hasil
belajar dapat meningkat apabila secara berkala pebelajar diinformasikan
kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar pekerjaan yang baik,
atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan
terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan
i.
Penguatan (reinforcement). Apabila pebelajar
berhasil belajar, ia didorong terus belajar. Pembelajaran yang didorong oleh
keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara
positif mempengaruhi prilaku di masa-masa yang akan datang.
j.
Latihan dan pengulangan. Sesuatu hal baru jarang
sekali dapat dipelajari secara efektif hanya dengan sekali jalan. Agar suatu
pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kecakapan
intelektual seseorang, haruslah pengetahuan atau keterampilan itu sering
diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal
dalam ingatan jangka panjang.
k. Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan
adalah meningkatkan kemampuan sesorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar
pada masalah atau situasi baru. Tanpa dapat melakukan ini, pemahaman sempurna
belum dapat dikatakan dikuasai' Pebelajar mesti telah pernah dibantu untuk
mengenali atau menemukan generalisasi (konsep, prinsip, atau kaidah) yang
berkaitan dengan tugas. Kemudian diberi kesempatan untuk bernalar dan
memutuskan dengan menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai
masalah atau tugas baru (Arsyad, 1997:70-72)[5]
B.
Kriteria Pemiihan Media
Pembelajaran
Menurut Musfiqon yang dikutip dalam Fauziyah dalam Kriteria
pemilihan media terdapat beberapa prinsip sebagai berikut :
a.
Prinsip Efektifitas dan Efisiensi: maksudnya efektif adalah
pemilihan media ini mampu mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Efisien
adalah pemilihan media ini terjangkau baik dari segi biaya, sumber daya dan
waktu.
b.
Prinsip Relevansi: maksudnya adalah bahwa media yang digunakan
benar-benar relevan/sesuai denga tujuan, isi, strategi, dan evaluasi
pembelajaran.
c.
Prinsip Produktifitas: pada prinsip ini guru mempertimbangkan
apakah media yang dibuat ini dapat mencapai tujuan pembelajaran atau tidak.
Jika media ini dapat mencapai tujuan pembelajaran maka media ini produktif,
jika tidak maka media ini tidak produktif.[6]
Sebelum
melakukan kegiatan belajar mengajar, pendidik harus mempersiapkan semuanya
terlebih dahulu terutama media. Media ini sangat penting dan sangat berperan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan adanya media peserta didik bisa
lebih memahami suatu materi pembelajaran yang sulit untuk dipahami. Ketika
pendidik membuat media harus benar-benar menentukan media mana yang cocok untuk
suatu materi agar bisa terlaksana pembelajaran yang efisien (baik). Agar guru
tidak salah dalam memilih media, ada beberapa kriteria dalam pemilihan media
yaitu :
a.
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan
tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada
salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus
dikerjakan/ dipertunjukkan oleh pembelajar, seperti menghafal, melakukan
kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik atau pemakaian prinsif-prinsif seperti
sebab dan akibat, melakukan tugas yang melibatkan pemahaman, konsep-konsep atau
hubungan-hubungan perubahan dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pada
pemikiran tingkatan lebih tinggi.
b.
Praktis, luwes, dan bedahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau
sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal
dan memakan watu yang lama untuk memproduksinya bukanlah jaminan sebagai media
yang terbaik. Kriteria ini menuntun para pembelalar/instruktur untuk memilih
media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh pembelajar.
Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan di manapun dan kapanpun dengan
peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa
kemana saja.[7]
Selain kriteria
diatas ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih
dan menggunakan media pembelajaran, yaitu :
1.
Efektifitas
Guru harus memilih media yang paling efektif dari berbagai media
yang ada sehingga media yang digunakan dalam meyampaikan materi kepada siswa
adalah yang paling tepat dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
2.
Kemampuan Guru dan Siswa
Dalam menyampaikan materi kepada siswa, guru harus memilih media
pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan
siswa dengan proses belajar yang menarik perhatian.
3.
Fleksibilitas
Dalam memilih media, guru haruslah memilih media yang fleksibilitas
sehinga dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama, menghemat biaya dan
tidak berbahaya sewaktu digunakan dalam proses pembelajaran.
4.
Kesediaan Media
Tidak semua sekolah menyediakan berbagai media yang dibutuhkan oleh
guru untuk kegiatan belajar mengajar karena sesuai dengan situasi dan kondisi
pada masing-masing sekolah. Guru haruslan kreatif dalam menyediakan media
pembelajaran, contohnya dengan membuat sendiri media pembelajaran yang
sederhana atau membuat bersama-sama dengan siswa.
5.
Manfaat
Dalam memilih media pembelajaran, guru harus dapat mempertimbangkan
manfaat yang didapat dari pengadaan media tersebut bagi siswa dalam proses
pembelajaran. Guru juga harus mempertimbangkan biaya pembuatan media
pembelajaran. Sehingga dengan biaya yang minimal dapat menghasilkan media
pembelajaran yang bagus dan bermanfaat bagi siswa.
6.
Kualitas
Dalam pengadaan media, guru harus mempertimbangkan kualitas dari
media tersebut. Media pembelajaran harus dibuat dengan mutu dan kualitas yang
baik sehingga bisa tahan lama dan tidak mudah rusak dan dapat digunakan lagi
oleh guru untuk proses belajar siswa di waktu yang yang lain. Dengan kualitas
media pembelajaran yang baik maka dapat memberikan hasil yang baik dalam proses
pembelajaran.[8]
C.
Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam
proses pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian
tujuan pembelajaran. Berbagai hasil
penelitian pada intinya menyatakan bahwa berbagai macam media pembelajaran
memberikan bantuan sangat besar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.
Namun demikian peran tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan terhadap
efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran. Peran tersebut tercermin dari
kemampuannya dalam memilih media yang digunakan.
a. Dasar
Penggunaan Media Pembelajaran
Dasar dari penggunaan media pembelajaran
dibagi menjadi dua kategori:[9]
1) Landasan
Psikologis
Pada umumnya kedudukan media
pembelajaran berfungsi sebagai alat perantara atau alat pengatur pesan dalam
kegiatan pembelajaran yaitu memberikan stimulus kepada siswa agar siswa dapat
memahami materi yang disampaikan guru, dari konsep-konsep yang masih abstrak
menjadi gambaran yang lebih konkrit. Sikap dan perilaku seseorang akan
mengalami perubahan, setelah mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman
baru. Penggunaan media dalam pembelajaran fiqih akan membantu siswa memperoleh
pengetahuan dan pengalaman baru lewat materi yang disampaikan oleh guru
dibandingkan dengan jika guru hanya melakukan pendekatan verbal.
2)
Landasan Religius
Manusia mempunyai potensi untuk
berkembang dengan dimilikinya pendengaran, penglihatan dan hati (pikiran).
Sesuatu hal yang kongkrit akan lebih mudah dipelajari dari pada sesuatu yang
abstrak. Sesuatu yang abstrak perlu dikongkritkan.Untuk itu diperlukan media
pembelajaran audio visual dalam pendidikan.
b.
Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran
Tujuan penggunaan media pembelajaran
pada proses pembelajaran adalah :
1) Untuk membantu proses pembelajaran.
2) Mempermudah peserta didik dalam menerima
materi pelajaran yang diberikan guru.
3) Mempercepat penerimaan pesan.
4) Memperlama kesan tertanam pada diri
siswa (long memory).[10]
c. Prinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam
proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
1. Tidak ada satu media pun yang paling
baik untuk semua tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran
tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang Iain.
2. Media adalah bagian integral dari proses
pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu
mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen Iain dalam
perancangan pembelajaran. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap
dapat berlangsung, tetapi tanpa media itu tidak akan terjadi.
3. Media apapun yang hendak digunakan,
sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik. Kemudahan
belajar peserta didik haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan
suatu media.
4. Penggunaan berbagai media dalam satu
kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan,
melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
5. Pemilihan media hendaknya objektif,
yaitu didasarkan pada tujuan pembelajaran, tidak didasarkan pada kesenangan
pribadi tenaga pengajar.
6. Penggunaan beberapa media sekaligus akan
dapat memoingungkan peserta didik. Penggunaan multimedia tidak berarti
menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk
tujuan tertentu dan media yang Iain
untuk tujuan yang Iain pula.
7. Kebaikan dan kekurangan media tidak
tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja. Media yang konkrit
ujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrk
dapat pula memberikan pengertian yang tepat.[11]
Kemudian, pembelajar perlu
mengetahui .iuga tentang prinsip-prinsip umum penggunaan media pembelajaran
sehingga setelah dapat memilih dengan tepat media yang akan digunakan juga
dapat menggunakannya dengan tepat pula. Yusufhadi (1984), mengemukakan prinsip
umum penggunaan media pembelalaran sebagai berikut:
a. Media harus pembelalaran. merupakan
bagian integral dari sistem
b. Tidak ada satu metode dan media yang
harus dipakai dengan meniadakan yang lain.
c. Media tertentu cenderung untuk lebih
tepat dipakai dalam menyajikan sesuai unit pelajaran daripada media yang lain.
d. Tidak ada satu mediapun yang dapat
sesuai untuk segala macam kegiatan belajar.
e. Penggunaan media yang terlalu banyak
secara sekaligus justru akan membingungkan dan tidak memperjelas pelajaran
f. Harus senantiasa dilakukan persiapan
yang cukup untuk menggunakan media pembela.jaran. Kesalahan yang sering terjadi
ialah timbulnya anggapan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran guru tidak
perlu membuat persiapan mengajar terlebih dahulu.
g. Pebelajar harus dipersiapkan dan harus
dilakukan sebagai perserta yang aktif. Pebelajar harus ikut serta bertanggung
jawab untuk apa yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Pebelajar setelah
membaca buku harus meniawab pertanyaan, setelah melakukan widya-wisata harus
membuat laporan dan sebagainya.
h. Secara umum perlu diusahakan penampilan
yang positif dari pada yang negatif. Bilamana pembelajar demonstrasi,
memberikan contoh, menunjukan model atau memperagakan sesuatu hendaknya selalu
mengambil yang posltif, karena bila ditampilkan yang negatif akan cepatditiru,
ditangkap atau dicoba oleh pembelajar/siswa, yang mula-mula sebagai selingan
akhirnya menjadi kebiasaan.
i.
Hendaknya
tidak menggunakan media pembelajaran sekedar sebagai selingan hiburan atau
pengisi waktu, kecuali kalau memang tujuan pembelajarannya demikian
j.
Pergunakan
kesempatan menggunakan media yang dapat ditanggapi untuk melatih perkembangan
bahasa baik lisan maupun tertulis. Misalnya dengan menggunakan diagram, denah
dan lain-lain pebelajar dilatih untuk mengungkapan isi diagram atau denah itu
baiksecara lisan maupun tertulis.
Berikut ini uraian tentang
prinsip-prinsip penggunaan dan pengembangan media pembelajaran. Media
pembelajaran yang akan dibahas tersebut mengikuti taksonomi Leshin, dkk ('1992)
yaitu media berbasis manusia (pembelajar/guru/dosen, inskuktur, tutor, main
peran, kegiatan kelompok, dll), media berbasis cetakan (buku penuntun, buku
kerja/latihan, dan lembaran lepas), media berbasis visual (buku, chart, grafik,
peta, gambar, transparansi, film bingkai atau slide), media berbasis
audiovisual (video, fllm, slide bersama tape, televisi), dan media berbasas
komputer (pengajaran denqan bantuan komputerdan video interaktif).[12]
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dalam proses
belajar mengajar pasti diperlukannya media seagai alat yang dapat membantu
dalam mengajar. Namun, untuk menentukan media apa saja yang akan digunakan itu
tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu sebelum pendidik menggunakan media
dalam proses belajar mengajar, maka pendidik dituntut untuk mengetahui
bagaimana teknik pemilihan media pembelajaran agar media yang digunakan dapat
berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
B. Saran
Penulis harap makalah ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh
khalayak, terutama para pembaca dan semoga makalah ini dapat digunakan
sebagaimana mestinya. Penulis juga menyarankan kepada para pembaca agar lebih
banyak membaca buku-buku referensi lain, karena penulis menyadari makalah ini
masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam isinya maupun penulisannya.
C.
DAFTAR
PUSTAKA
Abidin,
Zainul, 2016, Penerapan Pemilihan Media Pembelajaran. Edcomtech Volume 1, Nomor 1.
Fauziyah., Nur,
2014, Penggunaan Media Miniatur Dalam Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pada Materi Gaya Dan Momen Di kelas X TGB 3 SMK Negeri 3
Surabaya. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 1 (1/JKPTB/14)
Mahnun,
Nunu, 2012, Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan
Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran). Jurnal Pemikiran Islam, Vol.
37, No. 1
Muhaimin, dkk, 2002, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam
di Sekolah, Bandung: PT Rosdakarya.
Jennah, Rodhatul, 2009, Media Pembelajaran, Banjarmasin:
Antasari Press.
Soeharto, Karti, dkk., 2003, Media Pembelajaran, Surabaya: SIC.
Sungkono, 2008, Pemilihan Dan Penggunaan Media Dalam Proses Pembelajaran, Majalah
Ilmiah Pembelajaran, volume 4 Nomor 1.
Winkel, W. S,
2015, Psikologi Pengajaran.Yogyakarta: Media Abadi
[1]Zainul Abidin, Penerapan
Pemilihan Media Pembelajaran.
Edcomtech Volume 1, Nomor 1, 2016, hlm 10
[2] Nunu Mahnun, Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah
Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran). Jurnal Pemikiran
Islam; Vol. 37, No. 1, 2012, hlm 29
[3] W. S. Winkel. Psikologi Pengajaran. (Yogyakarta: Media Abadi,
2015), hlm 321.
[4] Rodhatul Jennah. Media Pembelajaran. (Banjarmasin Antasari
Press, 2009), hlm, 29-31
[5] Ibid, hlm 31-35
[6] Nur Fauziyah. Penggunaan Media Miniatur Dalam Model Pembelajaran
Berdasarkan Masalah Pada Materi Gaya Dan Momen Di kelas X TGB 3 SMK Negeri 3
Surabaya. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 1 (1/JKPTB/14), 2014,
hlm 3.
[7] Rodhatul Jennah. Media Pembelajaran. (Banjarmasin Antasari
Press, 2009), hlm 35-36
[8] Teni Nurrita, Pengembangan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa.Misykat , Volume 03, Nomor 01, 2018, hlm 183
[9] Muhaimin, dkk, Paradigma Pendidikan Islam Upaya
Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung: PT Rosdakarya,
2002, hal. 200.
[10] Karti Soeharto, dkk., Media Pembelajaran, Surabaya: SIC, 2003,
hal. 104.
[11] Sungkono, Pemilihan Dan Penggunaan Media Dalam Proses
Pembelajaran, Majalah Ilmiah Pembelajaran, Vol. 4, No. 1, 2008, hal. 76-78.
[12] Rodhatul Jennah, Op. Cit., hal. 30-42.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar