ANALISIS BUKU AJAR BAHASA ARAB MTS Kelas VII MATERI
At-Ta'aaruf
Abstrak:
Artikel ini berisi hasil analisis buku ajar
Bahasa Arab MTs Kelas VII Materi At-Ta’aaruf di Bab I. Buku ajar merupakan
salah satu aspek terpenting dalam pembelajaran. Buku yang dianalisis adalah
Buku Bahasa Arab MTs Kelas VII Terbitan
Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam,
kementerian Agama RI, Kota Penerbit adalah Jakarta, tahun terbit
2020 dengan 144 halaman. Analisis penilaian buku ajar sesuai yang digagas oleh
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) yaitu dari aspek isi, penyajian,
kebahasaan dan kegrafikan. Penjelasan mengenai penyajian bahasa dan media
gambar dalam menulis bahan ajar kemudian tahapan evaluasi materi Bahasa Arab.
Kriteria penilaian meliputi empat dimensi, yaitu spiritual, sosial, pengetahuan
dan keterampilan. Hasil dari analisis ini adalah sudah layak untuk digunakan
sebagai buku ajar di sekolah. Namun, perlu adanya pembuatan modul bagi siswa
agar mempermudah siswa dalam belajar apalagi di masa pandenmi ini.
PENDAHULUAN
Buku ajar
Bahasa Arab MTs Kelas VII yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik
Indonesia (RI) masih perlu di analisis. Sudah sesuai atau belum? Atau
berkualitas baik atau belum? Kesesuaian buku ajar dengan standar isi yang
diterapkan oleh pemerintah adalah keharusan, selain berbagai faktor lain
seperti media belajar, sarana dan prasarana, serta iklim pembelajaran yang
kondusif.
Buku ajar merupakan salah satu aspek
terpenting dalam pembelajaran. Buku ajar memainkan peran yang cukup vital dan
substansial dalam ketercapaian tujuan pembelajaran. Kesesuaian Buku ajar dengan
kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah menjadi sebuah kewajiban yang harus
dipenuhi dalam penyusunan buku ajar. Akan tetapi dalam beberapa tahun yang lalu
ditemukan buku ajar yang tidak sesuai dengan standar isi dalam kurikulum. Buku
ajar tersebut diduga mengandung muatan-muatan negatif yang tidak sesuai dengan
norma agama dan kesusilaan, seperti kasus buku ajar yang di dalamnya terdapat
unsur pornografi dan muatan radikal serta belum sesuai dengan kaidah dan
standar isi kurikulum. Masalah-masalah yang muncul ini berkaitan dengan
pendidikan karakter, sehingga secara tersirat dibutuhkan adanya kajian analisis
yang dapat mengurai permasalahan tersebut..
Ditambah dengan
munculnya wabah Covid-19. Perubahan drastis membuat orang tua sebagai
pendamping sekaligus pengganti guru di rumah menjadi suatu keharusan demi
tercapainya tujuan pembelajaran. Penggunaan buku ajar bahasa Arab yang
diberikan guru kepada siswa perlu pendampingan ekstra, namun banyak sekali dampak
realitas yang dirasakan pada buku yang digunakan.
Oleh karena
itu, penulis memilih buku ajar mata pelajaran bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah
Kelas VIII Bab I sebagai objek dari analisisnya. Harapannya dapat mengetahui konten materi yang belum sesuai dan
perlu diadakan revisi dan dapat menjadi masukan bagi para penulis dan penerbit
buku untuk menerbitkan buku ajar yang baik serta berkualitas.
Buku ajar bahasa Arab yang baik
dapat dilihat dari empat aspek penilaian buku, yaitu aspek isi, penyajian,
bahasa, dan kegrafikan. Atau minimal, kualitas buku ajar dapat dilihat dari dua
segi, yaitu segi substansi atau isi dan dari segi bahasa. Dari segi substansi,
harus terdapat adanya sistematika ilmu yang jelas. Dari segi bahasa, harus memiliki
daya keterbacaan yang tinggi dan harus komunikatif.
Sedangkan aspek isi (analisis isi) dari buku ajar mata pelajaran bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII ditinjau dari empat kompetensi inti kurikulum 2013, yang meliputi
sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
PEMBAHASAN
A. Penggunaan Buku Ajar Bahasa Arab
Bahan ajar bisa dimaknai bahan-bahan atau
materi pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan
prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses
pembelajaran. Bahan ajar itu sifatnya sistematis maksudnya disusun secara urut
sehingga memudahkan siswa belajar. Di samping itu, bahan ajar juga bersifat
unik dan spesifik. Unik maksudnya bahan ajar hanya digunakan untuk sasaran
tertentu dan dalam proses pembelajaran tertentu, dan spesifik artinya isi bahan
ajar dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai kompetensi tertentu dari
sasaran tertentu.[1]
Buku Ajar atau bahan materi bahasa Arab siswa
merupakan salah satu penunjang guru dalam proses belajar mengajar, bahkan
sebagai pegangan siswa ketika belajar di rumah. Namun kini proses pendidikan berubah
seketika munculnya wabah Covid-19. Perubahan drastis membuat orang tua sebagai
pendamping sekaligus pengganti guru di rumah menjadi suatu keharusan demi
tercapainya tujuan pembelajaran. Penggunaan buku ajar bahasa Arab yang
diberikan guru kepada siswa perlu pendampingan ekstra, namun banyak sekali
dampak realitas yang dirasakan pada buku yang digunakan.
Realita penggunaan buku Bahasa Arab seiring
berubahnya proses pendidikan adalah kurang efektif, karena pembelajaran daring.
Kenyataannya, pembelajaran Bahasa Arab ini perlu pendampingan dalam
mempelajarinya. Ketika daring, buku ajar diberikan kepada orang tua agar mendampingi
anaknya belajar. Namun, kendalanya mungkin ada orang tua yang paham, ada yang
tidak. Tidak semua basic orang tuanya bersekolah. Itu akan menjadi kesulitan
dan buku itu tidak akan efektif. Kemudian, latar belakang dari siswa tersebut,
ada yang bisa membaca Al-Qur’an atau belum bisa ditambah apabila di dalam buku
ajar tersebut tidak ada harakatnya maka akan kesulitan saat belajar. Di sinilah
peran guru yang kreatif dan inovatif untuk membuat modul agar memudahkan
pemahaman belajar di rumah. Modul adalah bahan ajar yang dibuat secara
sistematis, menarik dan mudah untuk dipelajari
secara mandiri. Misalnya
dengan mengharakatkan dan menambahkan terjemah. Tentunya pembelajaran
Bahasa Arab dengan media daring (online) ini, tidak seefektif pembelajaran di
dalam kelas, dikarenakan pendidik tidak bisa memastikan langsung pemahaman
peserta didik terhadap materi ajar.
B. Hasil Analisis
1. Aspek Penilaian Buku Ajar Bahasa Arab
Buku yang dianalisis adalah Buku Bahasa Arab
MTs Kelas VII Terbitan Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jendral
Pendidikan Agama Islam, kementerian Agama RI, Kota Penerbit adalah
Jakarta, tahun terbit 2020 dengan 144 halaman. Analisis buku ini dibatasi hanya
bab 1 saja yakni materi At-Ta’aaruf.
Apek penilaian buku ajar Bahasa Arab terdiri
dari empat aspek yaitu aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek
kebahasaan dan aspek kelayakan kegrafikan.
1. Aspek kelayakan isi
Pada aspek
kelayakan isi adalah salah satu komponen yang paling penting karena menyangkut
isi atau materi pada buku teks dan menjadi salah satu standar yang harus
dipenuhi dalam buku teks. Ada tiga
indikator yang ada dalam kelayakan isi buku teks, yaitu 1) Kesesuaian uraian
materi dengan kurikulum (KI dan KD); 2) Keakuratan materi; dan 3) Materi
pendukung pembelajaran.[2]
Isi materi
tentang teks sederhana yang berkaitan dengan tema التعارف
yang
melibatkan tindak tutur memperkenalkan diri dan orang lain, menanyakan asal
negara/daerah dengan menggunakan kata tanya ) أين من -
هل). Menyajikan gagasan dari teks sederhana yang berkaitan dengan
tema التعارف .
Dilihat dari
kesesuaian materi dengan kurikulum (KI dan KD) materi ini sudah sesuai.
Pemaparan isi materi sama seperti di KI dan KD. Kemudian, keakuratan materi
juga sudah sesuai. Dari segi materi pendukung pembelajaran sudah cukup bagus
namun dapat menambah referensi yang banyak agar pengetahuan siswa menjadi
semakin bertambah.
2.
Aspek kelayakan penyajian
Dalam hal
kelayakan penyajian, ada tiga indikator yang harus diperhatikan. Pertama,
teknik penyajian. Kedua, penyajian pembelajaran. Ketiga, kelengkapan penyajian.
Indikator teknik penyajian buku teks diarahkan pada sistematika penyajian,
keruntutan penyajian, dan keseimbangan antar bab. Sedangkan indikator penyajian
pembelajaran dalam buku teks berpusat pada siswa mengembangkan
keterampilan proses, dan memperhatikan aspek keselamatan kerja.[3]
Buku ini sudah
memiliki memenuhi kelengkapan sajian. Buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar
yang menarik dan pewarnaan yang cukup mencolok sehingga siswa mudah dalam memahami
materi dalam buku tersebut. Pada beberapa poin yang mencakup ilustrasi yang dicantumkan
di buku terdapat banyak gambar terutama di bagian kosakata. Hal ini dapat
membantu siswa dalam mengamati maksud dari gambar-gambar tersebut walaupun
berbahasa Arab. Sedangkan dari warna dibedakan pada materi dan tugas itu akan
membuat Siswa lebih mengerti dari bahasa Arab. Pada bab ini dimulai dari Kompetensi Inti (KI), Kompetensi
Dasar (KD), Deskipsi KD, Kegiatan Awal, Mufradat (Kosa kata), Kata Tanya, Kata
Sapa, Profesi, Arah (mata angin), Kosa Kata Lain, Tadrib 1-6, Teks 1,
Teks 2, dialog, Tadrib 1-3, Struktur, dan Mendengarkan. Materi ini perlu dikembangkan
lagi agar memudahkan peserta didik untuk memahami materi dan contoh. Juga penambahan terjemahan sangat
memudahkan peserta didik. Hanya saja, ada ketidak konsistenan penulisan harakat
yang diberikan di ujung kata seperti salah satunya di hal. 3 dan ada beberapa
yang diberikan terjemah dan dan ada pula yang tidak, sehingga siswa kebingungan
untuk membaca dan memahami materi tersebut. Dilihat dari hal yang diatas buku
ajar bahasa Arab terbitan Kemenag ini dapat dikatakan ideal karena dibuat
secara sistematis oleh pakar.
3.
Aspek kelayakan bahasa
Beberapa
indikator yang harus diperhatikan kelayakan bahasa pada buku yakni: 1) Kesesuaian dengan tingkat
perkembangan peserta didik; 2) Komunikatif; 3) Keruntutan dan kesatuan gagasan;
4) Penyajian pembelajaran; 5) Kelengkapan penyajian.[4]
Di lihat dari
kesesuaian pemakaian bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Penyajian pada
buku bahasa Arab yang diberikan pada pelajaran ketiga ini sesuai, yang mana
kalimat-kalimat yang diberikan merupakan hal yang asing lagi dari pembelajaran
sebelumnya yakni membahas mengenai perkenalan. Sehingga hal ini memungkinkan
bagi siswa untuk mudah dalam mendengar, membaca, memahami dan menulis teks-teks
bahasa Arab yang tersedia pada pelajaran pertama ini. Walau tetap perlu untuk diterjemahkan ke
semuanya dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa penggunaan bahasa pada pelajaran ketiga ini sudah sesuai
dengan tingkat perkembangan siswa dan sudah sesuai dengan kebutuhan yang
diperlukan oleh siswa.
Dari pemakaian
bahasa yang komunikatif. Bahasa yang digunakan pada pelajaran ketiga ini bisa
dikatakan cukup komunikatif. Hal ini ditandai dengan adanya percakapan-percakapan bahasa Arab yang
memungkinkan siswa untuk bisa ikut komunikatif juga dalam proses pembelajaran
dan praktek membaca dan berbicara dalam bahasa Arab, seperti halnya pada
kosa-kata hal. 11. Kemudian, penggunaan bahasa Arab pada pelajaran ini terkait
materi “Perkenalan” maka dapat dikatakan bahwa pada pelajaran ini bahasa yang
disajikan sudah sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang baik dan benar. Namun,
kurang konsistensi nya dalam penulisan
harakat. Ada yang berharakat lengkap, ada yang ujungnya tidak berharakat
seperti salah satunya di hal 8 dibagian mufradat. Sehingga mungkin memberi efek
bimbang dan bingung kepada siswa yang pengetahuannya terkait ilmu nahwu masih
kurang. Sehingga memerlukan peran, bantuan dan bimbingan guru terkait hal ini.
4.
Aspek kegrafikan
Dalam hal
kelayakan kegrafikan ada tiga indikator yang harus diperhatikan dalam buku
teks. Pertama, ukuran buku. Kedua, desain kulit buku dan Ketiga desain buku.[5]
Ukuran buku ini
sudap pas, desain kulit bukunya cukup menarik dengan gradasi warna biru, ada
teks kaligrafi ditengahnya dan juga desain dalam bukunya sudah memenuhi
kelayakan grafik dimulai dari jenis font, warna dan desain, ditambah dengan
gambar-gambar yang menunjang pembelajaran.
Pemberian kosa
kata (al-mufradat) dan kata kerja (al-af’al) ditujukan untuk mempermudah pemahaman peserta
didik. Selain materi yang Berkaitan dengan kompetensi berbahasa di atas,
dijumpai juga materi pengayaan (Kata tunjuk) untuk memperkaya pemahaman peserta
didik tentang bahasa Arab. Adapun soal latihan (penilaian) dapat dilihat
setelah materi Kosa Kata Lain, Tadrib 1-6, Teks 1, Teks 2, dialog, Tadrib
1-3, Struktur, dan Mendengarkan (Al-Istimaa’).
C. Penyajian Bahasa dan Media Gambar
Hal yang dipertimbangkan terkait penyajian
bahasa dan media gambar dalam menulis bahan ajar/modul materi bahasa Arab.
Penyajian bahasa yang
digunakan menggunakan Bahasa Arab yang sesuai dengan tingkat perkembangan
peserta didik, memenuhi. Untuk MTs disesuaikan juga untuk MTs begitupun dengan
MA. Penggunaan gambar harus memiliki tujuan-tujuan yang jelas, terbatas, dan
terpisah. Sehingga dalam keadaan ini, gambar-gambar yang mungkin digunakan
adalah gambar yang memiliki hubungan dengan siswa yang memungkinkan untuk
melakukan diskusi. Dimungkinkan untuk mengembangkan media-media visual pada
keterampilan-keterampilan visual.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan terkait
gambar antara lain:
1. Pilihlah gambar yang bagus, menarik perhatian, jelas, dan yang mudah
dipahami.
2. Benda-benda yang terdapat pada gambar haruslah benda-benda penting dan
sesuai dengan materi pelajaran.
3. Gambar haruslah nyata yang ada pada kehidupan siswa, bukan gambar-gambar
fiksi atau khayalan.
4. Gambar haruslah sederhana maksudnya tidak menimbulkan kesulitan
pemahaman bagi siswa.
5. Ukuran gambar harus sesuai dengan kebutuhan.
D. Kriteria Penilaian Isi Materi
Kriteria penilaian isi materi terdiri dari
aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.
1. Aspek spiritual
Aspek spiritual merupakan bagian penting dari
sikap. Nah, dari sikap itu cenderung seseorang berbuat sesuatu dalam bentuk tindakan.
Sikap spiritual ini menjadi sikap utama yang harus dioptimalkan karena akan
membentuk kekuatan karakter. Oleh karena itu, guru harus bisa mengarahkan
peserta didik agar bisa dekat dengan ajaran agama seperti bersikap jujur, sopan
santun, dan lain sebagainya.
Dalam bab ini terlihat dari judul yakni tentang
perkenalan. Bahwa dalam perkenalan itu sesuai dengan firman Allah dalam QS
Al-Hujurat ayat 123, “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” Dari perkenalan
banyak belajar menghargai sesama manusia.
2. Aspek sosial
Aspek sosial berkaitan erat dengan kehidupan
antar manusia. Maksudnya hubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya.
Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa melibatkan peran orang lain
sehingga harus berpedoman pada prinsip ini.
Aspek sosial yang termuat adalah saling
berkomunikasi satu sama lain dengan teman terutama dalam Al hiwar. Dan dari
materi juga ada percakapan, di sini aspek sosial diajarkan bagaimana etika
dalam bertanya dan menjawab dengan baik.
3. Aspek pengetahuan
Pengetahuan bahwasanya sesuatu yang telah diketahui
manusia. Cara untuk mendapatkan pengetahuan adalah dengan belajar baik secara
formal, nonformal, maupun informal. Adapun dimensi pengetahuan menurut
taksonomi Bloom adalah sebagai berikut.
a. Pengetahuan secara faktual
Pengetahuan faktual bisa didapatkan secara
ilmiah melalui berbagai metode, misalnya pengamatan, penyelidikan, penelitian,
dan sebagainya. Contoh pengetahuan faktual adalah planet penyusun sistem tata
surya, reaksi antara asam dan basa, dan seterusnya.
b. Pengetahuan secara konseptual
Pengetahuan ini lebih cenderung pada proses
klasifikasi dan pengategorian. Lalu, akan dihasilkan suatu kesimpulan.
c. Pengetahuan prosedural
Pengetahuan ini berisi kaidah-kaidah untuk
melakukan sesuatu, misalnya teknik, metode, dan sebagainya.
d. Pengetahuan metakognitif
Pengetahuan ini memuat pengetahuan kognisi
yang meliputi pengetahuan strategis, pengetahuan diri, dan sebagainya
Materi yang ada dari aspek pengetahuan, hampir
semua di bab 1 yang terdiri dari
Kegiatan Awal, Mufradat (Kosa kata), Kata Tanya, Kata Sapa, Profesi,
Arah (mata angin), Kosa Kata Lain, Tadrib 1-6, Teks 1, Teks 2, dialog,
Tadrib 1-3, Struktur, dan Mendengarkan. Juga di sana terdapat materi dhamir
muttasil, isim isyarah, istifham, mubtada dan khabar terdiri adalah materi yang membangun pengetahuan dan menambah
pengetahuan bagi peserta didik.
4. Aspek keterampilan
Kompetensi keterampilan ini berkaitan penerimaan
pengetahuan yang diterima oleh peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum 2013 itu
tidak hanya menuntut peserta didik untuk mahir teori, melainkan juga
praktiknya.
Pada bab ini dari aspek keterampilan mengetahui bagaimana
berbicara, membaca berbahasa Arab atau publik speaking Indonesia dengan baik
juga menambah daya pikir kritis peserta didik.
Kelebihan dan kekurangan buku:
Buku ini dalam teknik
penyajiannya sudah sistematik, runtut, dan seimbang pada setiap materi yang
disampaikan. Pada bab ini juga sangat bagus untuk mengasah kemampuan bahasa
Arab siswa yang mana pada buku ini dilengkapi dengan mufrodat (kosa kata),
teks-teks, percakapan dan latihan-latihan. Hal ini djuga dapat menambah
pembendaharaan kata bagi siswa. Sementara itu, dari aspek pendukung sajian,
belum memuat daftar pendukung yang lengkap. Dan kurang konsistensi nya
dalam penulisan harakat. Ada yang berharakat lengkap, ada yang ujungnya tidak berharakat.
Sehingga mungkin memberi efek bimbang dan bingung kepada siswa yang
pengetahuannya terkait ilmu nahwu masih kurang. Sehingga memerlukan peran,
bantuan dan bimbingan guru terkait hal ini.
E. Tahapan Evaluasi Materi Bahasa Arab
Evaluasi untuk mengukur tingkat keefektifan,
efisiensi, dan daya tarik. Strategi pembelajaran berdasarkan masukan,
tanggapan, saran, komentar dan penilaian ahli. Hasil evaluasi para ahli ini
kemudian digunakan untuk keperluan revisi atau penyempurnaan kualitas produk
bahan ajar hasil Pengembangan. Dalam pengembangan ini, evaluasi yang dilakukan
adalah:
1. Evaluasi tahap pertama, berupa review/kajian oleh bidang studi, dan Ahli
rancangan pembelajaran.
2. Tahap kedua, uji coba perorangan.
3. Tahap tiga, uji coba lapangan[6]
PENUTUP
Buku
ajar atau buku teks adalah buku yang berisi uraian bahan tentang mata pelajaran
atau bidang studi tertentu, yang disusun secara sistematis dan telah diseleksi
berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran dan perkembangan siswa,
untuk diasimilasikan. Buku bahasa Arab kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah yang
diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sudah cukup layak di
gunakan namun perlunya keterampilan guru dalam mengembangkan bahan ajar lah salah
satunya dengan membuat Modul yang menjadi solusi apalagi ditengah pandemi.
Referensi:
Tian Belawati, et.al, 2003, Pengembangan Bahan Ajar (Jakarta: Pusat Penerbitan UT).
Oktarina Puspita Wardani, 2017, Analisis Kelayakan Isi dan Bahasa Pada Buku
Teks SMA “Bahasa Ekspresi Diri dan Akademik” Kelas X SMA, Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Vol. 5, No. 2.
Mansur Muslich, 2016, Text Book Writing, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media).
Masnur Muslich, 2010, Textbook
Writing: Dasar-dasar Pemahaman, Penulisan, dan Pemakaian Buku Teks, Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media.
Khairi Abu Syairi, 2013, Pengembangan Bahan
Ajar Bahasa Arab, jurnal Dinamika Ilmu Vol.13. No. 1.
[1]
Tian Belawati, et.al, Pengembangan Bahan Ajar . (Jakarta: Pusat Penerbitan UT,
2003), hal. 1.3
[2]
Masnur Muslich, Textbook Writing: Dasar-dasar Pemahaman, Penulisan, dan
Pemakaian Buku Teks, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010, hlm.
292.
[3]
Mansur Muslich, Text Book Writing, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016), hlm. 303.
[4]
Oktarina Puspita Wardani, Analisis Kelayakan Isi dan Bahasa Pada Buku Teks SMA
“Bahasa Ekspresi Diri dan Akademik” Kelas X SMA, Jurnal Pendidikan Bahasa
Indonesia, Vol. 5, No. 2, 2017, hlm. 79.
[5] Op. Cit. Mansur
Muslich, hlm. 305-315.
[6] Khairi Abu Syairi, Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab,
jurnal Dinamika Ilmu Vol.13. No. 1, Juni 2013, hlm. 31.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar