KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
PAI
(STUDI KASUS DI SD NEGERI BARARAWA KABUPATEN BARITO TIMUR)
namirawati31@gmail.com
Abstrak:
Penelitian ini berlatar belakang adanya
fenomena kesulitan belajar atau suatu kondisi siswa yang tidak dapat belajar
secara wajar disebabkan adanya ancaman, hambatan dalam proses belajarnya. Kesulitan
belajar yang ada di SD Negeri Bararawa
seperti sulitnya memahami, menulis ataupun membaca terutama dalam pembelajaran
PAI. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan belajar, faktor yang
mempengaruhi kesulitan belajar dan upaya guru mengatasi kesulitan belajar siswa
pada mata pelajaran PAI di SD Negeri Bararawa. Dalam
penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan deskriptif, dengan
jenis penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilaksanakan dengan
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) kesulitan
belajar siswa yaitu dalam memahami materi, membaca serta menghafal, kesulitan
mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam yang ditandai dengan hasil
belajar yang rendah, dan tidak fokus ketika pembelajaran. 2) faktor yang
mempengaruhi kesulitan belajar tersebut disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor
dari dalam (internal), yaitu intelegensi, minat dan motivasi. Kemudian dari
faktor dari luar (eksternal), yaitu metode mengajar. 3) upaya guru dalam
mengatasinya yaitu dengan membangkitkan motivasi dan minat siswa dalam belajar,
mengatur waktu belajar, istirahat dan kegiatan lainnya dan menggunakan metode
pembelajaran yang variatif agar tidak membosankan.
Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Pendidikan Agama Islam
Abstract:
This research is based on the phenomenon of
learning difficulties or a condition of students who cannot learn properly due
to threats, obstacles in the learning process. Learning difficulties that exist
in SD Negeri Bararawa such as the difficulty of understanding, writing or
reading, especially in PAI learning. This study aims to describe learning
difficulties, factors that influence learning difficulties and teacher efforts
to overcome student learning difficulties in PAI subjects at SD Negeri
Bararawa. In this research, the approach used is descriptive approach, with the
type of qualitative research. The data collection procedure was carried out
using observation, interview, and documentation techniques. The results of this
study are 1) students' learning difficulties, namely in understanding the
material, reading and memorizing, difficulties in studying the field of Islamic
Religious Education which are characterized by low learning outcomes, and not
focused when learning. 2) factors that affect learning difficulties are caused
by two factors, namely internal factors, namely intelligence, interest and
motivation. Then from factors from outside (external), namely teaching methods.
3) the teacher's efforts to overcome this are by generating student motivation
and interest in learning, arranging study times, breaks and other activities
and using varied learning methods so that they are not boring.
Keywords: Learning Difficulties, Islamic Religious
Education
A. Pendahuluan
Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan
secara sadar, sengaja, sistematis dan terencana guna mengubah dan mengembangkan
kualitas manusia di dalam suatu sekolah. Sekolah adalah lembaga resmi yang
menjadi tempat pencapaian tujuan tersebut (Siti, 2020:71). Belajar merupakan
proses yang berlangsung seumur hidup. Proses belajar tidak hanya ketika
membaca, belajar menulis, berhitung, datang ke sekolah, berinteraksi dengan
guru. Namun, lebih daripada itu. Belajar bisa terjadi dalam semua aspek
kehidupan. Di dalam proses belajar tentunya ada hambatan. Hambatan yang di
alami oleh siswa yakni masalah kesulitan belajar siswa.
Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi anak
didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan
ataupun gangguan dalam proses belajarnya untuk mencapai tujuan pembelajaran,
sehingga dibutuhkan usaha yang lebih giat untuk mengatasinya.
Menurut Hammil et al, dalam Nini Subini
(2011:14) menjelaskan bahwa kesulitan belajar adalah beragam bentuk kesulitan
yang nyata dalam aktivitas mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis,
menalar, dan berhitung. Gangguan tersebut berupa gangguan intrinsik yang diduga
karena adanya disfungsi sistem saraf pusat.
Kesulitan belajar pada intinya merupakan
sebuah permasalahan yang menyebabkan seorang siswa tidak dapat mengikuti proses
pembelajaran dengan baik seperti siswa lain pada umumnya yang disebabkan oleh
faktor-faktor tertentu sehingga ia terlambat atau bahkan tidak dapat mencapai
tujuan belajar yang diharapkan.
Setiap siwa pada prinsipnya diharapkan dapat
menunjukkan kinerja akademik dan mencapai prestasi belajar yang optimal. Akan
tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa masing-masing siwa memiliki perbedaan baik
dalam hal kemampuan fisik, kemampuan intelektual, latar belakang keluarga, dan
strategi belajar siwa. Sehingga tidak semuan siwa dapat berkinerja dan
berpretasi secara optimal.
Kesulitan belajar biasanya tampak jelas dari
menurunya kinerja atau pretasi belajar yang dicapai siswa. Selain itu,
kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan motivasi, minat dan perhatian
siswa yang menurun. Kesulitan beajar menurut dugaan banyak orang adalah dialami
oleh siswa yang berkemampuan rendah saja. Padahal kesulitan belajar juga
dialami oleh siswa yang berkemampuan normal (rata-rata) maupunsiswa yang
berkemampuan tinggi. (Rohmalina, 2016:191)
Secara umum, faktor-faktor penyebab timbulnya
kesulitan belajar adalah: (1) faktor intern siswa yang mencakup segala keadaan
yang muncul dari dalam siswa sendiri, dan (2) faktor ekstern, mencakup segala
keadaan yang berasal atau berada dari luar diri siswa. (Tohirin, 2006:143)
Seorang guru selain menjadi pengajar juga
harus bisa menjadi pembimbing, motivator, serta teladan bagi siswa-siswanya
agar supaya apa yang diajarkannya dapat diamalkan oleh siswa. Hampir semua
pembahasan di sekolah terutama mata pelajaran PAI memuat ayat-ayat Al-Qur’an.
Pengertian Pendidikan Agama
Islam adalah usaha yang diarahkan kepada pemebentukan kepribadian anak sesuai
dengan ajaran Islam, membentuk manusia yang insan kamil, manusia yang mantap
menghamba kepda Allah swt. secara ikhlas. Tetapi, kenyataannya ada
beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan
benar, kurang bisa menerapkan tajwid dan bacaan bahkan ada siswa yang masih
sangat awam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Bagaimana yang diketahui, pada
dasarnya peserta didik adalah individu yang unik, yang mempunyai kesiapan dan
kemampuan fisik, psikis serta intelektual yang berbeda satu sama lainnya.
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono
(2013:115), guru sebagai seorang pendidik, pembimbing sekaligus perancang
pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan (merancang) kegiatan
belajar mengajar secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, selayaknya
seorang guru mengupayakan suatu tindakan untuk mengatasi masalah-masalah atau
kesulitan-kesulitan yang di alami peserta didik khususnya pada mata pelajaran
pendidikan agama Islam.
B. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan
metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang lebih
menekankan pada penjelasan melalui kata-kata. Prosedur pengumpulan data
dilaksanakan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di
SD Negeri Bararawa, Pematatang Karau, Barito Timur. Subyek penelitian adalah
siswa kelas III. Sedangkan instrumen atau alat penelitian adalah peneliti
sendiri.
C. Hasil dan Pembahasan
SDN Bararawa adalah Sekolah Dasar Negeri yang terletak di Jl. Padat Karya,
Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Provinsi
Kalimantan Tengah (Dokumen sekolah).
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dijelaskan beberapa temuan
penelitian tentang kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran PAI di SDN
Bararawa melalui observasi dan wawancara kepada guru PAI dan 3 siswa kelas III.
Sehingga mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas III pada mata
pelajaran PAI dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar, agar dapat
menemukan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa kelas III pada mata
pelajaran PAI.
Kesulitan diartikan juga seperti kesusahan dalam usaha untuk memahamai atau
mepelajari sesuatu, Hal ini selaras dengan yang dikemukakan Nini Subini
(2013:12) Kesulitan belajar terdiri dari dua kata, yaitu kesulitan dan belajar.
Kesulitan berarti kesukaran, kesusahan, keadaan atau sesuatu yang sulit.
Kesulitan merupakan suatu kondisi yang memperlihatkan ciri-ciri hambatan dalam
kegiatan untuk mencapai tujuan sehingga diperlukan usaha yang lebih baik untuk
mengatasi gangguan tersebut.
Adanya berbagai defenisi tentang kesulitan belajar namun yang dapat
disimpulkan bahwa kesulitan belajar memiliki empat kriteria, yaitu: adanya
disfungsi otak; kesulitan dalam tugas-tugas akademik; prestasi belajar yang
rendah, jauh di bawah kapasitas intelegensi yang dimiliki; dan tidak memuaskan
sebab-sebab lain karena tunagrahita, gangguan emosional, hambatan sensoris,
kemiskinan dan budaya (Ulfiani, 2014:150). Berdasarkan kutipan tersebut dapat
dipahami bahwa kesulitan belajar itu bermacam-macam yang terjadi atas individu.
Adapun kesulitan belajar yang dialami peserta didik dalam mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam di Kelas III SDN Bararawa yaitu:
1. Peserta didik kesulitan membaca
(Al-Qur’an).
2. Peserta didik kesulitan menghafal pelajaran
(menghafal surat-surat pendek dan do’a-do’a).
3. Peserta didik kesulitan mempelajari bidang
studi Pendidikan Agama Islam yang ditandai dengan hasil belajar yang rendah,
dan tidak fokus ketika pembelajaran.
Kesulitan belajar siswa di sekolah bisa bermacam-macam baik dalam hal
menerima pelajaran, menyerap pelajaran, atau keduanya. Setiap siswa pada
prinsipnya mempunyai hak untuk mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Namun
pada kenyataannya, jelas bahwa siswa-siswa tersebut memiliki perbedaan, baik
dalam hal kemampuan intelektual, maupun fisik, latar belakang keluarganya,
kebiasaan maupun pendekatan belajar yang digunakan. Perbedaan individual itulah
yang menyebabakan perbedaan tingkah laku belajar setiap siswa.
Dapat dimaklumi bahwa tidak setiap individu dapat berhasil dalam mengatasi
masalah-masalah yang dihadapinya. Dalam hal ini, bagi sebagian individu perlu
mendapatkan bantuan yang memadai dalam usaha mengatasi tantangan yang
ditimbulkan olah masalah-masalah yang dihadapinya (Mulyadi, 2010:89). Layaknya
individu ketika mengalami masalah, maka perlu pihak lain yang memberi bantuan
dalam mengatasi masalahnya, dalam hal ini siswa memerlukan pendidik yang hadir
memberi bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah kesulitan belajar yang
dialaminya. Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas, kesulitan belajar
adalah kondisi dimana kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan
kriteria standar yang telah ditetapkan.
Secara garis besar, faktor penyebab kesulitan belajar terdiri atas dua
macam, yakni:
a). Faktor internal (faktor yang berasal dari
dalam diri siswa), yaitu: (1) Intelegensi. Seseorang yang mempunyai intelegensi
tinggi dan bakatnya ada dalam bidang pelajaran yang dipelajari, maka proses
belajarnya akan lancar dan sukses bila dibandingkan dengan orang yang memiliki
bakat saja tetapi intelegensinya rendah (Dalyono, 2009:56); (2) Bakat. Terkadang
orang tua yang memaksakan kehendak kepada anaknya untuk melakukan atau memilih
suatu jurusan yang tidak sesuai bakat sehingga menimbulkan dampak negatif
(Marjani, 2012:10); (3) Perhatian. Seorang anak harus memberi perhatian penuh
terhadap materi pelajaran yang dihadapi, karena jika tidak, akan menimbulkan
kebosanan dan kejenuhan; (4) Minat. Minat belajar yang besar akan menghasilkan
prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar yang kurang menghasilkan pretasi
belajar yang rendah dan (5) Motivasi. Seorang yang besar motivasinya akan giat
berusaha, tampak gigih tidak mau menyerah, sebaliknya mereka motivasinya lemah,
tampak acuh tak acuh, mudah putus asa, sering meninggalkan pelajaran akibatnya
banyak mengalami kesulitan belajar.
b.
Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa), yaitu: (1)
Tenaga pendidik; (2) Faktor alat. Alat pelajaran yang kurang lengkap membuat
penyajian pelajaran yang kurang baik; (3) Kondisi gedung dan (4) Waktu sekolah
dan disiplin kurang.
Dari kedua faktor tersebut temuan yang terdapat di SDN Bararawa yaitu
intelegensi, minat dan motivasi. Kemudian dari metode mengajar. Maka untuk
mengatasi kesulitan belajar siswa kelas III dalam mata pelajaran PAI maka guru
melakukan yakni sebagai berikut:
a. Membangkitkan minat pada diri peserta didik
dalam setiap belajar dan berusaha mengetahui tujuan belajar secara jelas, serta
manfaat dari materi pembelajaran yang akan dipelajari.
b. Mendorong dan memotivasi diri untuk belajar
sehingga akan berusaha memperhatikan dan memusatkan pikiran pada saat proses
pembelajaran sedang berlangsung.
c. Mengatur waktu belajar, istirahat dan
kegiatan lainnya seperti kegiatan me-refresh konsentrasi peserta didik dengan
mengadakan yel-yel pada proses pembelajaran.
d. Melakukan metode pembelajaran secara
variatif. Tidak hanya saat pembelajaran PAI menggunakan metode ceramah saja.
Sesuai dengan pendapat Abuddin Nata (2011:181), bahwa metode ceramah adalah
cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau
penjelasan secara langsung dihadapan peserta didik. Namun, bervariasi dengan
metode tutor sebaya yang tertulis dalam skripsi Manurung (2012) merupakan salah
satu metode yang melibatkan antar peserta didik untuk saling belajar dan
bertukar informasi. Ketika mereka belajar dengan tutor sebaya, peserta didik
juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan,
berkonsentrasi, dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna.
Penjelasan melalui tutor sebaya kepada temannya lebih memungkinkan berhasil
dibandingkan guru, sebab peserta didik melihat masalah dengan cara mereka dan
menggunakan bahasa yang lebih akrab. Kemudian metode pemberian tugas, sebagai
bentuk upaya agar peserta didik mau untuk berlatih baik itu tentang materi
pelajaran, keterampilan menulis dan menghafal surah atau hadits dalam materi
pembelajaran. Dalam pemberian metode ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan
siswa.
Selain guru menerapkan cara diatas, upaya lain yang dilakukan guru dalam
mengatasi kesulitan belajar peserta didik kelas III di SDN Bararawa melakukan:
a. Pengamatan (maka guru dapat melihat apakah
peserta didik mampu untuk menerima materi pelajaran secara biasa, ataukah
perlunya bimbingan khusus dalam menjelaskan materi yang guru sampaikan).
b. Pendekatan (untuk mengetahui kesulitan apa
yang ia alami).
c. Bimbingan (bimbingan menulis, menghafal
surah atau bimbingan dalam menjelaskan kembali materi yang belum peserta didik
pahami).
d. Evaluasi (melihat kemajuan pada peserta
didik setelah mengikuti bimbingan belajar yang telah dilaksanakan). (Fikri,
2020:46)
Dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar
tidaklah bisa secara instan. Tentu memerlukan proses yang berkelanjutan untuk
membangun motivasi dan minat dalam belajar dari siswa itu sendiri. Peran guru
sebagai fasilitator terus membimbing siswa agar bisa menjadi lebih baik lagi.
Sehingga nanti akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula.
D. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesulitan
belajar yang dihadapi siswa terutama kelas III di SDN Bararawa yaitu kesulitan
dalam memahami materi, selain itu membaca serta menghafal masih minim dan perlu
bimbingan lagi. Kemudian siswa kesulitan mempelajari bidang studi Pendidikan
Agama Islam yang ditandai dengan hasil belajar yang rendah, dan tidak fokus
ketika pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar tersebut
disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam (internal), yaitu
intelegensi, minat dan motivasi. Kemudian dari faktor dari luar (eksternal),
yaitu metode mengajar. Sedangkan upaya dalam mengatasinya yaitu dengan
membangkitkan motivasi dan minat siswa dalam belajar. Misal melakukan
komunikasi interaktif dengan siswa. Kemudian, dengan mengatur waktu belajar,
istirahat dan kegiatan lainnya seperti kegiatan me-refresh konsentrasi peserta
didik dengan mengadakan yel-yel pada proses pembelajaran. Dan menggunakan
metode pembelajaran yang variatif agar tidak membosankan salah satunya dengan
metode pemberian tugas, sebagai bentuk upaya agar peserta didik mau untuk
berlatih baik itu tentang materi pelajaran, keterampilan menulis dan menghafal
surah atau hadits dalam materi pembelajaran.
Daftar Pustaka
Fikki Bisma Setia Effendi,
d. (2020). Stategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran PAI Di SMP Bahrul Maghfiroh Malang. Vol. 5 No. 7, CRATINA:
Jurnal Pendidikan Islam, 42-47.
Manurung, Monika Koriwati. (2012). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Dengan Menggunakan Metode Tutor
Sebaya Dalam Kelompok Kecil Di Kelas IV SD Negeri 101774 Sampali Tahun Ajaran
2011/2012. Undergraduate thesis, UNIMED.
Mulyadi, H. (2010). Diagnosis Kesulitan Belajar dan
Bimbingan Terhadap Kesulitan Belajar Khusus. Yogyakarta: Nuha Litera.
Nata, A. (2011). Perspektif Islam Tentang Strategi
Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Rahman, U. (2014). Memahami Psikologi dalam
Pendidikan (Teori dan Aplikasi). Makassar: Alauddin Press.
Siti Nusroh, E. L. (2020). Analisis Kesulitan Belajar
Pendidikan Agama Islam (PAI) Serta Cara Mengatasinya. Belajea: Jurnal
Pendidikan Islam, 2 (2), 74-92.
Subini, N. (2011). Mengatasi Kesulitan Belajar Pada
Anak. Yogyakarta: Javalitera.
Sudjana, N. (2008). Dasar-Dasar Proses Belajar
Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensisdo.
Supriyono, A. A. (2013). Psikologi Belajar.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Tohirin. (2006). Psikologi Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Parsada.
Wahab, R. (2016). Psikologi Belajar. Jakarta:
Rajawali Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar