• Teks Ceramah/Pidato untuk Bulan Muharram


    Teks Ceramah/ Pidato Untuk Bulan Muharram

    Bismillahirrahmaannirahiim, Alhamdulillahirabbi’ aalamiin wa bihi nasta’in ‘ala umuuriddun ya waddin. Was shola tu wassalaamu ’ala ashrafil anbiya iwal mursalin, sayyiidina wamaulaana muhammadin wa’ala aalihi wasahbihi wabaarik wasallim ajma’in amma ba’du.

    Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat limpahan Taufik, Hidayah, serta Innayah-Nya lah kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu dan berkumpul dalam rangka acara Lomba Pekan Muharram 1440 H.

    Shalawat serta salam mudah-mudahan selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Yang telah membebaskan kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan, dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang, yakni Minadzulumaati ilannur.

    Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah/yang mewakili

    Yang terhormat Bapak/Ibu guru

    Yang terhormat para Dewan Juri

    Dan teman-teman sekalian yang Saya sayangi dan Saya cintai

    Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan ceramah, yang berjudul:

    Makna Hijrah di Tahun Baru Islam bagi Generasi Milenial

    Teman-teman yang Shalih dan Shalihah !

    Mendengar kata hijrah, mungkin masih banyak diantara kita yang langsung ngeh ke sejarah tentang peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Hal ini menjadi tonggak awal dimulainya Kalender Islam. Tahun hijriyah, ditetapkan pertama kali oleh Umar bin Khattab r.a. karena hijrah ini merupakan peristiwa paling monumental dalam perkembangan dakwah. Dari sana, kita bisa tau bahwa arti hijrah itu adalah pindah. Betul gak? Ternyata, pengertian hijrah tidak sesederhana itu teman-teman. Namun ia memiliki arti yang lebih luas. Sederhananya, hijrah itu artinya pindah, menjauhi atau menghindari. Lalu, pertanyaan dibenak kitapun muncul, menghindari apa dan pindah kemana ? Yuk simak lebih lanjut...

    Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah Islam, hijrah adalah perpindahan yang dilakukan Nabi Muhammad Saw bersama sahabat dari Mekkah ke Madinah untuk mempertahankan akidah dan syari’at Islam. Adapun hijrah yang saat ini dimaknai oleh para generasi milenial yaitu pada perubahan sikap, gaya hidup dan tata cara berpakaian yang sesuai syari’at Islam. Hijrah itu perlu tujuan, kita dituntut untuk memilih. Ingat bahwa Kita hidup dari Allah, untuk Allah, dan akan kembali kepada allah. Perintah berhijrah terdapat dalam Q.S Al-Baqarah [2] : 218 :

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad dijalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS Al-Baqarah 2:218)

    Hadirin dan Hadirat yang dirahmati oleh Allah !

    Berbicara tentang hijrah, ada dua maksud yang terkandung di dalamnya :

    1.   Hijrah hissi, yaitu berpindah tempat, maksudnya berpindah dari negeri kafir ke negeri islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitnah ke negeri yang tidak banyak fitnah. Ini adalah hijrah yang disyari’atkan. Contohnya: Hijrah Nabi Muhammad Saw. dari Mekkah ke Madinah. 
    2. Hijrah maknawi (dengan hati), yaitu berpindah dari maksiat dan segala apa yang Allah larang menuju ketaatan.

    Generasi milenial yang berhijrah identik dengan perubahan yang signifikan terhadap cara berpakaian, yang dulunya memakai jeans yang ketat, pakaian yang mengundang syahwat, kelihatan aurat, kini berubah menjadi  lebih Syar’i, dengan kerudung yang panjang sampai kejari, memakai kaos kaki, baju yang longgar itu pasti, bahkan bercadar yang menjadi tren saat ini dengan panggilan nya ukhty. Yang jelas hijrah tersebut harus ikhlas karena Allah, bukan hanya untu mengikuti tren semata. Ibnu Taimiyah r.a. berkata,

    “Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermamfaat dan tidak akan kekal.” (Dar-ut Ta’arudh Al ‘Aql wan Naql, 2:188)

    Konten-konten tentang hijrahpun banyak mereka bagi di media sosial, yakni ceramah singkat ustadz-ustadz yang terkenal di media sosial seperti Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Hanan Attaqi, Ustadz Adi Hidayat, dll. Tahun Baru Islam 1440 H adalah sebuah momentum untuk berintopeksi diri, baik secara pribadi maupun bersama-sama menuju arah yang lebih baik. Lalu, Bagaimana dengan generasi milenial Islam di zaman now dalam memaknai tahun baru Islam? Tentu diharapkan bahwasanya generasi Islam harus tetap eksis dengan ke Islamannya, walaupun tantangan zaman semakin berat. Islam sebagai Way of life harus dijadikan landasan hidup dan kehidupan masa kini dan masa yang kan datang. Juga jangan lupa supaya kita selalu berdo’a kepada Allah. Do’a yang paling sering Nabi panjatkan agar bisa terus istiqomah adalah

    Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinika

    Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu (HR. At-Tirmidzi)

    Teman-teman yang berbahagia !

    Oleh karena itu, bisa diambil kesimpulan bahwa : kita remaja yang berada pada masa modernisasi ini harus bisa menjadikan Tahun Baru Islam ini untuk bermuhasabah diri kepada Allah, seperti merenungi seberapa banyak dosa yang kita lakukan ? seberapa banyak amal yang kita lakukan? Maut, jodoh, rezeki Allahlah yang mengatur. Semoga kita bisa semangat terus dalam berhijrah, menjadi lebih baik mulai saat ini dan bisa terus istiqamah. Aamiin yaa rabbal’alamiin.

    Ketemu Akhy ngajak tadarusan

    Sayang banget kalau dilewatkan

    Hanya itu yang dapat saya sampaikan

    Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan

    Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Akhirul kalam, Wallahu muwafiq ilaa aquamitthhoriq. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Video

Maps